• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, June 7, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Demi Iklim, PBB Minta AS dan China ‘Berdamai’

by Redaksi Asiatoday
January 30, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Efek Covid-19, Ekonomi Dunia Mundur Puluhan Tahun

Sekretaris Jenderal (Sekjend) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Ist

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Demi mengatasi dampak perubahan iklim global, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres meminta agar Amerika Serikat (AS) dan China memperbaharui hubungan kedua negara.

Guterres berharap akan ada “penyetelan ulang” dalam hubungan kedua negara itu meski keduanya memiliki “pandangan berbeda” terhadap HAM, mereka harus bekerja sama dalam aksi iklim.

Beijing mendorong pengaruh global yang lebih besar dalam sebuah tantangan bagi kepemimpinan AS. Ketegangan kedua negara mencapai titik didih di PBB tahun lalu, di bawah pemerintahan Presiden AS Donald Trump, atas pandemi Covid-19.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Saya berharap kami akan melihat pengaturan ulang dalam hubungan Amerika Serikat dan China,” kata Guterres kepada awak media pada Kamis (28/1/2021) dikutip antara.

“Jelas bahwa dalam urusan HAM, terdapat dua pandangan yang sangat berbeda dan jelas bahwa dalam HAM tidak ada ruang untuk kesepakatan atau misi bersama.”

“Ada ruang di mana saya yakin akan tumbuh konvergensi kepentingan, dan saran saya adalah agar ruang itu dilacak oleh kedua pihak, bersama dengan seluruh komunitas internasional, dan ruang itu adalah aksi iklim,” katanya.

Calon duta besar Presiden AS Joe Biden untuk PBB pada Rabu (27/1) menuding China sedang berupaya “mendorong agenda otoriter” di badan dunia beranggotakan 193 negara itu. Saat dimintai tanggapan, Guterres berkata: “Sehubungan dengan PBB saya dapat menjamin bahwa kami berkomitmen kuat untuk memastikan bahwa PBB merupakan mercusuar dari semua nilai-nilai yang terkait dengan…keamanan, pembangunan dan HAM.”

Guterres juga mengaku “sangat khawatir” dengan kekuatan perusahaan media sosial dan mengatakan bahwa skema regulasi harus ditetapkan sehingga keputusan seperti melarang Trump dari Twitter dapat dilakukan “sejalan dengan hukum.” (ATN)

Tags: Climate ChangePerubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming
  • Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange
  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.