• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Demi Keamanan Dunia, ASEAN dan UE Bahas Kontrol Ekspor Berfungsi Ganda

by Redaksi Asiatoday
August 19, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Demi Keamanan Dunia, ASEAN dan UE Bahas Kontrol Ekspor Berfungsi Ganda

ASEAN dan Uni Eropa (UE). ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berperan aktif dalam pertemuan perdana dengan Uni Eropa (UE) mengenai kontrol ekspor (export control) di kawasan Asia Tenggara terhadap produk-produk berfungsi ganda (dual-use goods).

Pengawasan ekspor atau di beberapa negara dikenal sebagai Pengawasan Perdagangan Strategis (Strategic Trade Control/STC) adalah pengawasan atau tata kelola perdagangan internasional untuk barang dan teknologi yang memiliki fungsi ganda.

“Indonesia berpartisipasi aktif dalam pertemuan tersebut mengingat semakin berkembangnya perdagangan internasional yang bernilai tambah dan berteknologi tinggi. Selain itu, kasus-kasus perdagangan juga semakin berkembang, yaitu yang terkait dengan transit, layanan alih muat (transhipment), dan re-ekspor untuk produk-produk yang memiliki fungsi ganda di pasar dunia,” terang Direktur Fasilitasi Ekspor dan Impor Olvy Andrianita melalui keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (19/8/2019).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Produk-produk berfungsi ganda tersebut dapat diekspor dan digunakan sebagai produk dengan fungsi sebagaimana mestinya, namun bisa juga dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan senjata pemusnah massal (senjata nuklir, senjata militer, dan peralatan intelijen). Tidak mudah untuk mengidentifikasi produk-produk yang dikategorikan sebagai produk-produk berfungsi ganda.

Namun, produk-produk tersebut, antara lain berupa perangkat lunak, produk- produk berteknologi tinggi, bahan-bahan kimia, bakteri, virus, dan toksin. Produk-produk tersebut dapat digunakan menjadi senjata pemusnah massal tanpa dimodifikasi terlebih dahulu.

Olvy menyampaikan, pertemuan ini digelar sebagai wadah untuk memperkenalkan Program EU P2P serta forum bertukar pikiran antara negara-negara di ASEAN mengenai kebijakan STC di negara masing-masing.

“Dalam pertemuan tersebut, masing-masing otoritas yang berwenang dalam STC saling berbagi informasi mengenai posisi di masing-masing negara,” imbuh Olvy.

Hal-hal yang dibahas dan didiskusikan dalam pertemuan tersebut antara lain daftar produk-produk UE yang berfungsi ganda, pembuatan konsep kerangka hukum, perizinan ekspor dan impor, perantara jual beli (broker), serta pengawasan dan pemantauan untuk agensi terkait, termasuk pendekatan kepada industri.

“Yang perlu digarisbawahi pula adalah, pengawasan ekspor bukanlah pembatasan perdagangan, namun merupakan mekanisme pangawasan. Di ASEAN, negara-negara yang telah menerapkan STC, antara lain Singapura, Malaysia, Filipina, dan Thailand,” katanya.

Negara ASEAN yang sudah memiliki STC yaitu Singapura (2010) dan Malaysia (2011). Sementara Filipina dan Thailand masih dalam proses menerapkan peraturan terkait STC. Sedangkan Indonesia berencana untuk menyusun STC. Melalui pertemuan ini, UE dan negara-negara di Asia Tenggara berupaya membangun diskusi lebih lanjut terkait STC.

“STC merupakan langkah yang tepat bagi Indonesia. Selain sebagai langkah antisipatif untuk mengamankan dunia dari penyalahgunaan produk-produk tersebut, juga dapat meningkatkan kinerja ekspor Indonesia khususnya untuk produk-produk elektronik berteknologi tinggi dan bernilai tambah, guna mendorong industri dalam negeri,” tandas Olvy. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AseanEksporEkspor AsiaGlobal SecurityKontrol EksporUni Eropa
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.