• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Di Hong Kong, Hanya 29,5 Persen Warga yang Percaya Vaksin Sinovac China

by Redaksi Asiatoday
February 1, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Inggris Tangguhkan Perjanjian Ekstradisi Atas Hong Kong, China Marah Besar

Hong Kong. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah survei yang dilakukan Universitas Hong Kong menemukan masyarakat Hong Kong kurang percaya dengan vaksin Covid-19 buatan China. Jajak pendapat itu melibatkan sampai seribu responden, yang dilakukan pada Januari 2021.

Dalam survei itu, kurang dari 30 persen responden yang ditanyai dalam jajak pendapat ini mengutarakan kalau vaksin Sinovac buatan China, bisa diterima. Survei memperlihatkan penerimaan vaksin ini di wilayah Hong Kong masih rendah atau sekitar 46 persen yang melakukan suntik dengan vaksin ini, padahal Hong Kong adalah wilayah di bawah administrasi China.

Kepercayaan masyarakat Hong Kong pada vaksin Sonovac buatan China ini sekitar 29,5 persen dan 56 persen responden percaya pada BioNTech buatan Jerman. Ada 35 persen responden yang percaya pada vaksin buatan AstraZeneca Plc dan Oxford University

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Pemerintah Hong Kong telah membeli 7,5 juta dosis vaksin Sinovac. Vaksin tersebut seharusnya tiba di Hong Kong pada Januari 2021. Akan tetapi, pengiriman itu telah mengalami keterlambatan. Otoritas Hong Kong mengatakan mereka sedang menunggu informasi klinis yang lebih banyak.

Sebelum pandemi Covid-19 terjadi, Hong Kong diselimuti gejolak protes anti-pemerintah dan anti-China, yang dipicu oleh persepsi kalau Beijing telah mendorong Hong Kong ke jalur yang lebih otoriter.

“Bagaimana Anda memperbaiki defisit kepercayaan? Saya rasa tidak ada jalan pintas dan mudah,” kata Gabriel Leung, Dekan di fakultas kedokteran Universitas Hong Kong, mengacu pada vaksin Sinovac, dikutip dari Reuters.

Hong Kong pada Senin, 25 Januari 2021, secara resmi menyetujui penggunaan vaksin Fosun Pharma-BioNTech. Itu adalah vaksin Covid-19 yang pertama kali di terima oleh Hong Kong. Sesuai rencana, pengiriman pertama akan tiba pada pekan kedua Februari 2021. (ATN)

Tags: Hong KongVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.