• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Di Hong Kong, Hanya 29,5 Persen Warga yang Percaya Vaksin Sinovac China

by Redaksi Asiatoday
February 1, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Inggris Tangguhkan Perjanjian Ekstradisi Atas Hong Kong, China Marah Besar

Hong Kong. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sebuah survei yang dilakukan Universitas Hong Kong menemukan masyarakat Hong Kong kurang percaya dengan vaksin Covid-19 buatan China. Jajak pendapat itu melibatkan sampai seribu responden, yang dilakukan pada Januari 2021.

Dalam survei itu, kurang dari 30 persen responden yang ditanyai dalam jajak pendapat ini mengutarakan kalau vaksin Sinovac buatan China, bisa diterima. Survei memperlihatkan penerimaan vaksin ini di wilayah Hong Kong masih rendah atau sekitar 46 persen yang melakukan suntik dengan vaksin ini, padahal Hong Kong adalah wilayah di bawah administrasi China.

Kepercayaan masyarakat Hong Kong pada vaksin Sonovac buatan China ini sekitar 29,5 persen dan 56 persen responden percaya pada BioNTech buatan Jerman. Ada 35 persen responden yang percaya pada vaksin buatan AstraZeneca Plc dan Oxford University

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Pemerintah Hong Kong telah membeli 7,5 juta dosis vaksin Sinovac. Vaksin tersebut seharusnya tiba di Hong Kong pada Januari 2021. Akan tetapi, pengiriman itu telah mengalami keterlambatan. Otoritas Hong Kong mengatakan mereka sedang menunggu informasi klinis yang lebih banyak.

Sebelum pandemi Covid-19 terjadi, Hong Kong diselimuti gejolak protes anti-pemerintah dan anti-China, yang dipicu oleh persepsi kalau Beijing telah mendorong Hong Kong ke jalur yang lebih otoriter.

“Bagaimana Anda memperbaiki defisit kepercayaan? Saya rasa tidak ada jalan pintas dan mudah,” kata Gabriel Leung, Dekan di fakultas kedokteran Universitas Hong Kong, mengacu pada vaksin Sinovac, dikutip dari Reuters.

Hong Kong pada Senin, 25 Januari 2021, secara resmi menyetujui penggunaan vaksin Fosun Pharma-BioNTech. Itu adalah vaksin Covid-19 yang pertama kali di terima oleh Hong Kong. Sesuai rencana, pengiriman pertama akan tiba pada pekan kedua Februari 2021. (ATN)

Tags: Hong KongVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.