• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Di KTT Perubahan Iklim, Presiden COP26 akan Desak Negara-negara Tinggalkan Batubara

by Redaksi Asiatoday
May 17, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Tekan Emisi Karbon, Indonesia Hadapi 5 Tantangan Besar

Salah satu sumber emisi karbon terbesar dari Pembangkit listrik berbasis Batubara. ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Konferensi Perubahan Iklim Perserikatan Bangsa-Bangsa (COP26), Alok Sharma mengatakan bahwa di KTT Perubahan Iklim yang akan digelar di Glasgow, Inggris pada November mendatang, secara khusus dia akan mendesak negara-negara di dunia untuk meninggalkan batubara sebagai sumber energi.

Menurutnya, negara-negara kaya harus membantu negara yang lebih miskin untuk membuat perubahan yang sama. Seperti dikutip dari BBC, Minggu (16/5/2021), dia juga akan mengajak lembaga dan perbankan untuk menghentikan pendanaan kepada negara-negara yang akan membangun pembangkit listrik tenaga batubara.

Menurutnya, masa batubara sebagai sumber energi termurah untuk memproduksi listrik sudah lewat.

RelatedPosts

Pacific Climate Crisis: Papua’s Last Glacier Nears Extinction

Indonesia Leads Southeast Asia’s Push for Deep-Sea Research Independence

Australia and Indonesia Lead Regional Ocean Conservation Initiative

“Jadi, mari kita buat COP26 saat kita meninggalkannya di masa lalu di tempatnya, sambil mendukung pekerja dan komunitas untuk melakukan transisi dan menciptakan pekerjaan ‘hijau’ yang baik untuk mengisi kesenjangan,” katanya.

Sharma menyampaikan kembali tema utama Inggris untuk KTT yang akan mempertemukan negosiator iklim dari 196 negara, Uni Eropa, serta pimpinan perusahaan, organisasi, dan pemimpin dunia.

Tema yang akan diusung antara lain, membatasi pemanasan global pada tingkat 1,5 derajat Celcius, membantu manusia dan alam beradaptasi dengan pemanasan iklim yang pasti akan terjadi, dan mengumpulkan dana bagi negara-negara miskin untuk mendapatkan teknologi bersih. (ATN)

Tags: Climate ChangeKTT Iklim COP26Perubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.