• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Diplomat Corner

Diplomat Georgia Bicara Prospek Kerja Sama Investasi dengan Indonesia

by Redaksi Asiatoday
August 5, 2022
in Diplomat Corner
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Diplomat Georgia Bicara Prospek Kerja Sama Investasi dengan Indonesia

Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Irakli Asashvili. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Duta Besar Georgia untuk Indonesia, Irakli Asashvili menyampaikan prospek kerja sama bidang alat pertahanan dengan Indonesia.

Kerja sama itu dalam bentuk Armored Medical Evacuation Vehicles (AMEV) atau kendaraan evakuasi medis lapis baja, yang beberapa di antaranya telah berhasil diimpor dan digunakan di Indonesia.

Hal itu disampaikan Asashvili saat bertemu dengan Ketua Grup Kerja Sama Bilateral (GKSB) DPR RI-Parlemen Georgia Adian Napitupulu, Selasa (2/8/2022).

RelatedPosts

Ramadan in Kuwait Under the Shadow of the Iran-Israel War

Indonesian Embassy in Riyadh Issues 7 Urgent Directives for Citizens in Saudi Arabia

Russia Distances Itself as Indonesia Joins Board of Peace

Terkait investasi, Duta Besar yang telah bertugas di Indonesia selama 4,5 tahun ini, menyoroti minat Indonesia yang berkelanjutan dalam berbagi kisah sukses Georgia di sektor pelayanan publik dan bisnis yang mengubah Georgia menjadi salah satu negara paling menarik untuk berinvestasi.

Iklim investasi Georgia yang menguntungkan tercermin dalam berbagai peringkat lembaga internasional, misalnya “Doing Business 2020” World Bank menempatkan Georgia pada posisi ke-7 dalam “EASE OF DOING BUSINESS” (dari 190 negara).

Peningkatan skor ada pada beberapa komponen, seperti Memulai Bisnis, Berurusan dengan Izin Konstruksi, Membayar Pajak, Perdagangan Lintas Batas dan Menyelesaikan Kepailitan.

“Proses bisnis di Georgia sangat mudah, Anda dapat membuka perusahaan terbatas dalam waktu kurang dari 24 jam. Tidak ada korupsi, birokrasinya rendah, dan beban pajak yang rendah adalah beberapa faktor yang menjadikan Georgia negara terkemuka di kawasan ini,” jelas Dubes Georgia dikutip dari DPR.

Manfaat lain dari membuka bisnis di Georgia, kata Dubes Asashvili, adanya akses mudah ke sebagian besar pasar utama Eropa, Asia Tengah dan Timur Tengah. Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Inggris, Turki, Ukraina, negara-negara CIS, negara-negara EFTA, China dan Area Perdagangan Bebas (DCFTA) dengan Uni Eropa yang membuka akses bebas tarif ke pasar konsumen dengan populasi sekitar 2,3 miliar.

“Georgia juga menikmati rezim GSP dengan Amerika Serikat, Kanada, dan Jepang yang merangkul pasar tambahan 490 juta konsumen,” imbuh Dubes Georgia.

Dalam hal kerjasama antar parlemen, atas nama Ketua Kelompok Persahabatan Georgia dengan Parlemen Indonesia, Duta Besar Georgia menyampaikan undangan kepada DPR RI untuk mengunjungi Georgia.

Di sisi lain, Ketua DPR RI GKSB Adian Napitupulu juga menyambut delegasi dari Parlemen Georgia untuk berkunjung ke Indonesia dalam rangka meningkatkan hubungan kerja sama antar parlemen dengan di bidang lainnya.

Adian juga mengundang Dubes Asashvili untuk berkunjung ke Desa Wisata Setu Lebak Wangi, di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

“Kami membuka diri untuk menjembatani kerja sama antara Indonesia-Georgia. Indonesia, Pak Dubes, memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah mengingat kita memiliki lebih dari 17 ribu pulau dan juga terdapat banyak sekali sumber daya manusia dari 270 ribu penduduknya. Hal ini tentu menjadi peluang bagi Georgia untuk menjalin kerjasama dengan kami,” ujar Adian.

Tidak hanya peluang baru kerja sama dan kemitraan, Ketua GKSB juga mendorong terbukanya penguatan di berbagai bidang mulai dari politik, sosial budaya, ketenagakerjaan, hingga investasi. Sebagai pemasok kopi terbesar bagi Georgia, Indonesia masih berpeluang untuk menarik pelaku usaha dari Georgia untuk berinvestasi pada sektor minyak bumi dan pertambangan.

“Beberapa waktu lalu (pada awal tahun 2022, RED), Pemerintah Indonesia telah mengumumkan pencabutan 2 ribu izin usaha pertambangan mineral dan batu bara, sebab tidak berkomitmen memenuhi kewajiban batu bara dalam negeri. Mungkin ini bisa menjadi potensi kerja sama yang baik, investor Georgia bisa bangun industri di Indonesia,” imbuh politisi PDI-Perjuangan itu.

Berdasarkan data World Bank, Indeks Kemudahan Berbisnis Indonesia masih mandek di urutan 73 di dunia dan peringkat 6 di ASEAN per tahun 2020. Posisi Indonesia masih berada di bawah negara-negara tetangga seperti Vietnam, Thailand, Malaysia, dan Singapura untuk urusan kemudahan berinvestasi. (ATN)

Tags: Asia EropaGeorgiaKerjasama Indonesia-Georgia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.