• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

DK PBB Serukan Implementasi Konsensus ASEAN untuk Akhiri Krisis Myanmar

by Redaksi Asiatoday
May 2, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
ASEAN Leaders Meeting: Kekerasan di Myanmar Harus Dihentikan

Presiden Jokowi didampingi Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menlu Retno LP Marsudi, dan Seskab Pramono Anung memberikan keterangan pers usai menghadiri ASEAN Leaders’ Meeting, Sabtu (24/04/2021), di Sekretariat ASEAN, Jakarta. (Foto: BPMI Setpres/Laily Rachev)

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) menyerukan agar Myanmar segera mengimplementasikan lima poin konsensus ASEAN untuk mengakhiri krisis di negeri itu.

Selain itu, DK PBB juga menyerukan implementasi poin-poin lainnya termasuk penunjukan seorang utusan dari ASEAN untuk membantu menyelesaikan krisis di Myanmar yang dipicu kudeta militer pada 1 Februari lalu.

“Rencana ASEAN harus segera diimplementasikan tanpa penundaan,” demikian pernyataan tertulis DK PBB, dilansir dari AFP, Sabtu (1/5/2021).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Pernyataan DK PBB disepakati semua negara anggota usai berlangsungnnya sebuah pertemuan tertutup. “Intensitas” pernyataan DK PBB dikurangi agar China — pendukung utama Myanmar — dan Rusia menyepakatinya.

Atas permintaan China dan Rusia, DK PBB menghilangkan klausul pernyataan mengenai “mengecam aksi kekerasan terhadap demonstran damai” dan “menyerukan militer untuk menahan diri semaksimal mungkin.”

“Perubahan (pernyataan gabungan) harus dilakukan agar persatuan DK PBB terjaga dan tetap relevan,” ujar seorang diplomat di PBB yang menolak disebutkan namanya.

Sejak terjadinya kudeta militer di Myanmar pada Februari lalu, DK PBB telah menyetujui empat pernyataan termasuk yang terbaru pada Jumat kemarin. Semua pernyataan DK PBB “dikurangi intensitasnya” di tengah tekanan dari China, salah satu anggota permanen dewan.

Sesi tertutup di DK PBB diajukan Vietnam untuk mempresentasikan kesimpulan dari ASEAN Leaders’ Meeting (ALM) di Indonesia pada 24 April lalu.

Dalam pernyataan DK PBB disepakati bahwa Utusan Khusus PBB untuk Myanmar, Christine Schraner Burgener, akan mengunjungi Myanmar “sesegera mungkin.”

Saat ini Burgener sedang berada di Bangkok, Thailand. Ia mengaku sudah beberapa kali mengajukan izin mengunjungi Myanmar sejak kudeta, namun sejauh ini masih ditolak. (ATN)

Tags: Dewan Keamanan PBBKrisis MyanmarKTT ASEANUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.