• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Efek Covid-19, Lebih Seribu Perusahaan di Jepang Bangkrut

by Redaksi Asiatoday
March 4, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Investasi Perhotelan di Asia Capai Rp63,9 Triliun

Tokyo City, Japan. Doc

ASIATODAY, JAKARTA – Pandemi global Covid-19 berdampak besar terhadap aktivitas perusahaan di seluruh dunia, termasuk di Jepang.

Sebuah perusahaan riset kredit di negeri itu mencatat, setidaknya ada 1.100 perusahaan di Jepang bangkrut sejak Februari tahun lalu karena terdampak Covid-19.

Perusahaan Penyiaran Jepang (Nippon Hoso Kyokai/NHK) pada Kamis (4/3/2021), melaporkan Teikoku Databank mengatakan 1.100 perusahaan telah menyelesaikan atau mempersiapkan proses likuidasi legal akibat virus tersebut hingga Rabu (03/03/2021) pagi.

RelatedPosts

Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth

Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

Bar dan restoran berada dalam daftar teratas dengan 172 yang bangkrut, disusul oleh perusahaan konstruksi sebanyak 92, dan hotel serta penginapan mencapai 79.

Perusahaan yang bangkut di Tokyo mencapai 264, Provinsi Osaka 108, Provinsi Kanagawa 64.

Teikoku Databank menekankan terjadi peningkatan jumlah bar dan restoran di area perkotaan yang mengalami kebangkrutan selama keadaan darurat.

Perusahaan riset kredit itu menyebutkan jika deklarasi keadaan darurat di Tokyo dan tiga provinsi tetangganya diperpanjang, penurunan belanja pribadi dalam jangka panjang akan tidak dapat terhindarkan, sehingga mungkin menyebabkan lebih banyak kebangkrutan.

Di sisi lain kementerian tersebut menyatakan bahwa lebih dari 80.100 orang kehilangan pekerjaan akibat pandemi virus corona hingga Januari 2021. Namun, angka sesungguhnya diyakini bahkan lebih tinggi dari itu karena data kementerian hanya mencakup kasus yang tercatat oleh otoritas ketenagakerjaan serta pusat-pusat penempatan kerja.

Hingga 25 Desember 2020, hampir 17.000 orang kehilangan pekerjaan di bidang manufaktur. Sebanyak 11.000 lainnya berasal dari industri restoran. Sementara itu, lebih dari 10.000 orang di bidang ritel dinyatakan kehilangan pekerjaan dan 9.600 orang dari industri perhotelan. (ATN)

Tags: Asia BusinessIndustri JepangJepangTokyo
No Result
View All Result

Terbaru

  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.