• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ekonomi Global Bergejolak, SBY Serukan Pemerintah Indonesia Bertindak Cepat

by Redaksi Asiatoday
March 18, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekonomi Global Bergejolak, SBY Serukan Pemerintah Indonesia Bertindak Cepat

Presidan Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presidan Republik Indonesia ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyerukan kepada Pemerintah Indonesia saat ini untuk mewaspadai dampak ekonomi ditengah pandemi global wabah virus corona (Covid-19).

SBY memandang, wabah coronavirus telah menimbukan gejolak ekonomi global. Oleh karena itu, pemerintah perlu menetapkan kebijakan responsif dengan tindakan yang sigap dan tepat.

“Melalui artikel ini saya hanya ingin mengingatkan agar Indonesia tidak terlambat menjalankan ‘policy response’ dan aksi-aksi nyata yang diperlukan. Jangan ‘too little and too late’. Selamatkan ekonomi kita, selamatkan rakyat,” terang SBY melalui catatannya dalam akun Facebook resminya, yang dikutip Rabu (18/3/2020).

RelatedPosts

Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed

Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls

Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA

Menurut SBY, gejolak perekonomian global akibat pandemi corona saat ini terbilang serius. Hal itu, terlihat dari dinamika dan perkembangan ekonomi dunia dan Indonesia dalam sebulan ini dan terutama seminggu terakhir.

Pada periode itu, kata SBY, rontoknya harga-harga saham, minyak dan nilai tukar, serta berbagi pukulan lain menggoyahkan pilar dan fundamental perekonomian banyak negara. Tak Terkecuali Indonesia.

“Saya jadi teringat krisis ekonomi global tahun 1998 dan tahun 2008. Tahun 1998 ekonomi Indonesia tidak selamat, sementara tahun 2008 kita selamat. Dalam arti, kita dapat meminimalkan dampak krisis ekonomi global tahun 2008,” imbuhnya.

SBY mengatakan banyak pakar ekonomi, pemimpin dunia usaha dan bahkan elemen pemerintah di banyak negara yang khawatir gejolak ini bisa membuat dunia jatuh ke dalam resesi yang dalam dan panjang. Bahkan, ada yang mencemaskan kalau krisis ini jauh lebih berat dibandingkan krisis 1998 dan 2008.

Apalagi, bank sentral Amerika Serikat, Federal Reserve, telah menjalankan kebijakan moneter dan tindakan berskala besar, antara lain mengalirkan dana US$700 miliar dan sejumlah tindakan moneter (bagian dari Quantative Easing).

“Yang mengerti ekonomi, kalau The Fed sudah menembakkan peluru kendali’ seperti ini, berarti situasi sudah serius. Berbagai bank sentral di seluruh dunia juga melakukan langkah-langkah yang serupa. Bahkan para pemimpin G7 telah meminta agar IMF dan Bank Dunia membantu negara-negara yang memerlukan,” urainya.

SBY mengakui kondisi ini mengingatkannya pada apa yang terjadi pada 2008 dan tahun-tahun setelah itu. Kala itu, jelas dia, Indonesia menghadapi krisis berskala besar dengan jalan yang tak selalu mudah.

Menurutnya, berbagai policy response yang dilakukan secara kolektif oleh dunia, baik moneter maupun fiskal, pun tak serta merta menenangkan dan ‘menjinakkan’ pasar.

“Ternyata tak segampang itu. Untuk meredakan badai ekonomi diperlukan penanganan bersama yang serius dan terus-menerus. Tentu termasuk kebijakan dan tindakan yang dilakukan secara nasional, di masing-masing negara,” tandasnya. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: CoronavirusCOVID-19Krisis EkonomiPandemi GlobalResesi EkonomiResesi GlobalSBY
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.