• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ekonomi Global Diproyeksi Hanya Tumbuh 2,2 Persen per Tahun hingga 2030

by Redaksi Asiatoday
March 29, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Varian Delta Merusak Stabilitas dan Pemulihan Ekonomi di Asia Pasifik

Markas World Bank. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – World Bank memproyeksikan rata-rata pertumbuhan ekonomi global sepanjang tahun 2022-2030 hanya tumbuh 2,2 persen per tahun.

Proyeksi ini lebih rendah sekitar 30 persen dari rata-rata pertumbuhan pada 2000-2010.

Berdasarkan laporan resmi pada Selasa (28/3/2023), World Bank juga memperkirakan rata-rata pertumbuhan negara berkembang turun menjadi 4 persen per tahun dalam periode tersebut, dari 6 persen per tahun pada 2000-2010.

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

World Bank memperkirakan penurunan ini akan semakin curam jika terjadi krisis keuangan global atau resesi.

Penurunan proyeksi World Bank ini didasarkan kemungkinan risiko ekonomi seperti tenaga kerja global yang menua dan investasi sektor swasta yang menurun.

Kepala Ekonom World Bank dan Wakil Presiden Senior untuk Ekonomi Pembangunan, Indermit Gill mengatakan bahwa potensi penurunan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan memiliki implikasi serius untuk kemampuan dunia dalam mengatasi tantangan yang semakin meluas dan unik saat ini.

“Kecepatan pertumbuhan ekonomi Global dapat ditingkatkan melalui kebijakan yang memberi insentif pada pekerjaan, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat investasi,” jelas Gill.

Adapun hasil analisis menunjukkan pertumbuhan ekonomi rata-rata per tahun berpotensi meningkat sebanyak 0,7 poin persentase menjadi 2,9 persen jika negara-negara mengadopsi kebijakan yang berkelanjutan dan berorientasi pada pertumbuhan.

Hal ini akan mengubah perlambatan yang diperkirakan terjadi menjadi akselerasi potensi pertumbuhan PDB global.

Ayhan Kose, penulis utama laporan dan Direktur Prospects World Bank Group, mengatakan bahwa generasi saat ini berutang kepada generasi mendatang untuk merumuskan kebijakan yang dapat menghasilkan pertumbuhan yang kuat, berkelanjutan, dan inklusif.

“Dorongan kebijakan yang berani dan kolektif harus dilakukan sekarang untuk memulihkan pertumbuhan,” ungkap Kose dalam laporannya.

Di tingkat nasional, Kose mengatakan setiap negara berkembang perlu mengulangi catatan terbaiknya selama 10 tahun terakhir di berbagai kebijakan.

Di tingkat internasional, respons kebijakan membutuhkan kerja sama global yang lebih kuat dan dorongan yang lebih kuat untuk memobilisasi modal swasta.

Selain itu, Laporan tersebut menyoroti tindakan kebijakan khusus di tingkat nasional yang dapat membuat perbedaan penting dalam mempromosikan prospek pertumbuhan jangka panjang, yang meliputi menyelaraskan kerangka kerja moneter, fiskal, dan keuangan, meningkatkan investasi, memotong biaya perdagangan, memanfaatkan jasa, dan meningkatkan partisipasi angkatan kerja.

Laporan tersebut juga menekankan perlunya memperkuat kerja sama global, mengingat integrasi ekonomi internasional membantu mendorong kemakmuran global selama lebih dari dua dekade sejak tahun 1990.

Walaupun kini tersendat, pemulihan penting untuk dilakukan untuk mengatalisasi perdagangan, mempercepat aksi iklim, dan memobilisasi investasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. (AT Network)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Ekonomi DuniaResesi GlobalWorld Bank
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.