• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Ekonomi Indonesia Diproyeksi Melambat, IMF Ingatkan 3 Risiko Besar

by Redaksi Asiatoday
June 28, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
IMF Sebut Covid-19 Krisis Terburuk Setelah Great Depression

Dana Moneter Internasional (IMF). Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) memproyeksi ekonomi Indonesia pada tahun ini tumbuh sebesar 5 persen, melambat dari capaian pertumbuhan tahun lalu sebesar 5,3 persen.

IMF pun memperingatkan Indonesia agar mewaspadai tiga risiko eksternal yang masih tinggi.

Pertama, perlambatan ekonomi global yang dapat memberikan tekanan pada harga beberapa komoditas ekspor Indonesia.

RelatedPosts

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Kedua, volatilitas pasar keuangan global antara lain akibat sentimen kegagalan perbankan Amerika Serikat (AS) dan pengetatan likuiditas global.

Ketiga, tensi geopolitik yang cenderung meningkat.

Di sisi lain, pemulihan ekonomi China diharapkan menguat dan tren moderasi inflasi mitra dagang Indonesia berlanjut sehingga dapat mendorong prospek ekonomi ke depan.

Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Febrio Kacaribu menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara yang bangkit cepat dan kuat dari pandemi, serta menunjukkan ketahanan yang luar biasa di tengah tingginya risiko global.

“Ini tercermin dari sektor keuangan Indonesia yang tetap terjaga dan UMKM yang mulai pulih. Pemulihan secara luas juga terlihat di berbagai sektor yang sebelumnya terdampak cukup dalam akibat pandemi seperti sektor transportasi, hotel, dan restoran,” katanya dalam keterangan resmi, Rabu (28/6/2023).

Untuk jangka menengah-panjang, Febrio mengatakan bahwa pemerintah akan terus mendorong kebijakan ekonomi yang penuh kehati-hatian dan berorientasi pada reformasi struktural yang menyeluruh.

Konsolidasi kebijakan makroekonomi juga terus dilakukan, termasuk telah kembalinya tingkat defisit APBN ke level di bawah 3 persen PDB, satu tahun lebih cepat dari rencana awal.

Selain konsolidasi fiskal yang terukur, imbuhnya, implementasi berbagai agenda reformasi struktural Indonesia juga mendapat sambutan baik seperti reformasi perpajakan, Omnibus Law Cipta Kerja, serta Omnibus Law Sektor Keuangan yang belum lama disahkan.

Febrio menambahkan, ke depan pemerintah berkomitmen terus memperkuat transformasi ekonomi, termasuk melalui strategi hilirisasi untuk struktur ekonomi yang lebih terdiversifikasi dan bernilai tambah tinggi.

“Berbagai upaya reformasi akan terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi, inklusif, dan berkesinambungan, seperti melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia, akselerasi pembangunan infrastruktur, dan penguatan institusional,” katanya.

Dalam laporan Article IV 2023, IMF menggarisbawahi berbagai capaian positif ekonomi Indonesia, terutama yang didukung oleh peningkatan permintaan domestik, penguatan sektor penting seperti manufaktur dan jasa-jasa, serta pertumbuhan ekspor yang tinggi pada 2022.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5 persen pada 2023 pun merupakan salah satu yang tertinggi bersama dengan Filipina, India, dan Vietnam, jika dibandingkan dengan negara G20 dan ASEAN-6. Bahkan proyeksi tingkat pertumbuhan tersebut jauh lebih tinggi dibanding proyeksi pertumbuhan rata-rata global yang sebesar 2,8 persen untuk tahun 2023. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: IMFPertumbuhan Ekonomi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme
  • Indonesia Secures OECD Backing, Trade Gains, and Strategic Partnerships with Major Economies
  • Global Markets Warn Indonesia’s Nickel Industry: Prove It’s Green or Risk Losing Access
  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.