• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekspansi Besar-besaran, Ant Group Incar Dominasi di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
September 6, 2020
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Ekspansi Besar-besaran, Ant Group Incar Dominasi di Asia Tenggara

Ant Financial, Alibaba Group. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Operator Alipay, Ant Group yang berafiliasi dengan Alibaba Group dikenal agresif melakukan ekspansi di luar negeri terutama untuk melayani konsumen dari China. Berdasarkan data perusahaan, Alipay sudah bisa diterima di lebih dari 200 negara.  

Dengan rencana melantai di bursa dalam waktu dekat, perusahaan finansial ini siap untuk melangkah lebih jauh.

Ant dilaporkan menargetkan penghimpunan dana USD30 miliar dari dua lokasi yakni Hong Kong Stock Exchange and Shanghai’s STAR Market. Jika ini berhasil, maka initial public offering (IPO) yang dilakukan Ant bakal menjadi yang terbesar dalam sejarah.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kami akan terus mencari peluang di luar negeri dengan menambah mitra dan melayani konsumen melalui dompet digital secara global,” kata perusahaan ini melalui keterangan resminya, dikutip dari Nikkei Asian Review, Minggu (6/9/2020).

Ketika Ant mulai mengincar peluang untuk tumbuh di luar negeri, perusahaan ini harus siap berperang dengan sengitnya persaingan di Asia Tenggara. Kawasan ini dikenal sebagai pasar pembayaran elektronik dan teknologi finansial yang tengah tumbuh pesat.

Di Asia Tenggara, Ant telah berinvestasi di sejumlah perusahaan antara lain Ascend Money (Thailand), DANA (Indonesia), dan Mynt (Filipina). Yang terbaru, Ant mengumumkan investasinya ke Digital Money atau yang dikenal ‘Wave Money’ di Myanmar dengan kepemilikan saham sebesar 33 persen.

Ketika Ant berinvestasi di pemain lokal, perusahaan ini menyoroti manfaat yang bisa diberikan kepada mitranya misalnya teknologi dan pengetahuannya. Di China, Ant telah membangun teknologi penilaian kredit.  

“Investasi Ant di Wave Money memungkinkan Wave untuk terkoneksi dengan Alipay sehingga bisa mempromosikan inklusi keuangan dan melayani konsumen dengan literasi perbankan yang rendah,” jelas Eksekutif Ant Eric Jing.

Total volume pembayaran Ant di China mencapai 118 triliun yuan selama setahun yang berakhir pada Juni tahun ini. Profit Ant dilaporkan melesat menjadi 21 miliar yuan pada semester I/2020 dari hanya 1,3 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Namun, Ant harus menghadapi persaingan ketat dengan WeChat di negerinya sehingga ekspansi ke luar negeri menjadi sebuah keharusan.

Ekspansi Ant di Asia Tenggara juga bukannya tanpa persaingan. Perkembangan digitalisasi yang massif dan populasi underbanked yang besar juga telah melahirkan pemain-pemain lokal yang tidak kalah tangguh.

Saat ini pemain dominan di kawasan ini adalah Grab milik Singapura (GrabPay) dan Gojek milik Indonesia (GoPay) yang memiliki aplikasi dompet digital selain terfokus pada layanan transportasi.

Tak hanya itu, Indonesia juga memiliki OVO dan LinkAja sebagai pesaing dari GoPay. Di Filipina ada Rabbit LINE dan Momo di Vietnam. DBS Group Holdings milik Singapura pun memiliki aplikasi dompet digital.

Dengan pasar yang jenuh semacam ini, sangat mungkin seseorang menggunakan beberapa aplikasi dompet digital.

Merujuk pada data Google, Temasek Holdings and Bain & Co., nilai pembayaran dompet digital di Asia Tenggara bakal tumbuh menjadi USD114 miliar pada 2025 dari USD22 miliar pada 2019.

“Pandemi Covid-19 akan memacu permintaan transaksi cashless dan akan menggenjot permintaan aplikasi dompet digital pada masa mendatang,” jelas CEO Fave Malaysia, Joel Noeh. (ATN)

Tags: AlibabaAnt GroupAsia BusinessAsia DigitalDigital PerbankanFintech
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.