• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekspansi Pabrik, Perusahaan Pakistan Tambah Investasi USD5 Juta di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
October 23, 2021
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspansi Pabrik, Perusahaan Pakistan Tambah Investasi USD5 Juta di Indonesia

Pabrik eksisting PT Indo Sultan Jaya. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perusahaan asal Pakistan, PT Indo Sultan Jaya meningkatkan investasi senilai USD5 juta untuk memperluas kapasitas pabrik bahan baku sabun yang berlokasi di kawasan industri Jababeka, Bekasi dari semula 150 ton per hari atau 48.000 ton per tahun, menjadi 300 ton per hari.

“Perusahaan terus bertumbuh sejak investasi perdana dengan membangun pabrik pada tahun 2017. Ini karena bahan baku di Indonesia melimpah ditambah pemerintah Indonesia juga memberikan kemudahan dan dukungan untuk investasi,” kata Presiden Direktur PT Indo Sultan Jaya, Ahmed Sultan pada saat groundbreaking perluasan pabrik PT Indo Sultan Jaya seperti dikutip dalam keterangan tertulisnya Sabtu (23/10/2021).

PT Indo Jaya berencana membangun refinery dan menjadi perusahaan sabun paling besar di Indonesia pada 2025. Selain itu, pada 2030 akan ekspansi kebun di Kalimantan untuk menjaga pasokan bahan baku minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO)

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Plant Manager PT Indo Sultan Jaya Hadi Sudibyo mengatakan pabrik dibangun tahap pertama pada 2017 dengan investasi USD15 juta, dan beroperasi pada 2018. Mengingat permintaan terus meningkat, perusahaan memutuskan ekspansi pada tahun ini denga menambah kapasitas dan ditargetkan rampung pada 2022.

“Alasan ekspansi karena demand masih sangat tinggi. Indonesia saat ini bisa dikatakan sebagai supplier sabun terbesar karena raw material yakni CPO kita ada dengan jumlah melimpah. Tanpa mencari customer baru saja, demand dari existing buyer belum bisa kita penuhi 100%. Jadi kita confident untuk ekspansi lebih lanjut untuk memenuh kebutuhan pasar,” katanya.

Indo Jaya juga optimistis ke depan prospek bisnis ini makin cerah mengingat komitmen pemerintah yang ingin menyetop ekspor CPO secara raw material. Artinya, CPO harus diolah dahulu di dalam negeri sehingga memiliki nilai tambah.

“Ini juga yang memberikan kepercayaan diri kami bahwa ini didukung oleh pemerintah, kita bisa memproduksi sesuatu yang berasal dari CPO dan memberikan nilai tambah ekspor dengan harga tinggi,” paparnya.

Saat ini produk yang dihasilkan Indo Sultan Jaya, sekitar 90% ditujukan pasar ekspor dan sisanya 10% untuk pasar domestik. Tujuan ekspor antara lain Afrika, Asia, dan Timur Tengah, Amerika Latin, Eropa. Produk yang diekspor berupa produk jadi sabun dan setengah jadi.

Untuk pasar domestik dalam bentuk produk jadi bekerja sama dengan Orang Tua Grup dalam pendistribusian.

“Untuk masuk ke lokal kita perlu jaringan distribusi kuat . Saat ini kita belum sampai ke tahap sana sehingga kita gandeng Orang Tua karena mereka punya jaringan distribusi yang sudah sampai ke seluruh Indonesia,” jelasnya. (ATN)

Tags: Industri SabunKerjasama Indonesia-PakistanPT Indo Sultan Jaya
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.