• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 8, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekspor Batu Bara dan Sawit Indonesia Menurun di Januari 2023

by Redaksi Asiatoday
February 15, 2023
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspor Batu Bara dan Sawit Indonesia Menurun di Januari 2023 1

Aktivitas kapal-kapal pengangkut Batubara di Sungai Mahakam, Kalimantan Timur. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia mencatat nilai ekspor Indonesia pada Januari 2023 mencapai US$22,31 miliar atau setara Rp339,2 triliun.

Angka ini menunjukan penurunan 6,36% dibanding ekspor Desember 2022 (month to month/MTM) namun meningkat 16,37% dari posisi Januari 2022 (year on year/YOY).

“Dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan ekspor Indonesia bulan Januari memiliki pola yang sama yaitu bila dibandingkan dengan Desember terjadi penurunan secara MTM,” jelas Deputi Bidang Statistik Produksi BPS Habibullah kepada awak media dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta pada Rabu (15/02/2023).

RelatedPosts

Indonesia’s SEZ Expansion Opens USD 52 Billion Investment Pipeline

Indonesia Launches Forestry Carbon Hub, Unlocking a US$300 Million Market for Global Climate Investors

INNOPROM 2026: Indonesia Targets Russian Investment, Technology Transfer

Nilai ekspor tambang mencapai US$ 4,81 miliar pada Januari 2023. Angka ini menunjukan penurunan 12,66% secara MTM. Tetapi secara YOY nilai ekspor tambang tumbuh 121,46%.

“Secara MTM turun 12,66% karena penurunan pada komoditas unggulan yaitu besi dan baja, minyak kelapa sawit, dan batu bara,” terangnya.

Penurunan ekspor non migas 0,98% secara MTM disebabkan penurunan pada komoditas bahan bakar mineral (HS 72) turun 8,19%; bijih logam, terak, dan abu (HS26) turun 36,44%; komoditas lemak dan minyak hewan nabati (HS 15) turun 9,95%; serta besi dan baja (HS 72) turun 9,26%.

Nilai ekspor industri pengolahan US$ 15,65 miliar pada Januari 2023. Angka ini secara MTM terjadi penurunan 5,03% dan secara YOY menurun 0,44%.

“Secara persentase ekspor nonmigas menyumbang 93,34% dari total ekspor januari 2023,” urainya.

Ekspor Migas

Pada Januari 2023 pada ekspor migas terjadi kenaikan 0,98% dari US$ 1,47 miliar pada Desember 2022 ke US$ 1,49 miliar pada Januari 2023. Sedangkan ekspor non migas MTM mengalami penurunan 6,84% dari US$ 22,36 miliar pada desember 2022 menjadi US$ 20,83 miliar pada Januari 2023.

“Sedangkan ekspor migas meningkat 0,98%, hal ini didorong peningkatan hasil minyak naik 71,41% secara volume naik 51,47%,” ujar Habibullah.

Bila dilihat secara YOY ekspor non migas naik 13,97% dari US$ 18,27 miliar pada Januari 2033 menjadi US$ 20,83 miliar pada Januari 2023. Sedangkan ekspor migas meningkat 65,03% dari US$ 0,90 miliar pada Januari 2022 menjadi US$ 1,49 miliar pada Januari 2023. Meskipun mengalami pertumbuhan tetapi ada perlambatan bila dibandingkan tahun sebelumnya.

“Ada pola pertumbuhan ekspor Januari 2023 secara year on year mengalami perlambatan dibandingkan pertumbuhan Januari 2022,” kata Habibullah.

Bila dilihat berdasarkan sektor ekspor, nilai ekspor migas sebesar US$ 1,49 miliar pada Januari 2023. Secara MTM ekspor migas naik 0,98% di bulan Januari 2023. Sedangkan secara YOY ekspor migas tumbuh 65,03%.

“Komoditas yang mendorong ekspor migas tumbuh 0,98% secara MTM adalah hasil minyak,” jelasnya.

Nilai ekspor pertanian, kehutanan, dan perikanan sebesar US$ 0,37 miliar pada Januari 2023. Secara MTM sektor ini turun 0,71%. Sedangkan jika dilihat secara YOY juga terjadi penurunan 3,49%.

“Pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 0,71% utamanya didorong penurunan ekspor komoditas kopi, jagung, dan sayur-sayuran,” tutur Habibullah.

Nilai ekspor industri pengolahan US$ 15,65 miliar pada Januari 2023. Angka ini secara MTM terjadi penurunan 5,03% dan secara YOY menurun 0,44%.

“Secara persentase ekspor nonmigas menyumbang 93,34% dari total ekspor januari 2023,” tandasnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Ekspor Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s SEZ Expansion Opens USD 52 Billion Investment Pipeline
  • Indonesia Unlocks First Verra Forest Carbon Credits
  • Indonesia Pushes to Reshape Global Economic Rules at G20
  • Prabowo and Modi Seal 16 Landmark Agreements, Deepening Indonesia–India Strategic Partnership
  • South Korea Launches Youth Diplomacy Initiative Ahead of First Korea–Central Asia Summit
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.