• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekspor Bijih Nikel Dilarang, Uni Eropa Siap Gugat Indonesia ke WTO

by Redaksi Asiatoday
September 26, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Respon Uni Eropa Atas Penerapan Bea Masuk Produk Susu

Uni Eropa (UE) dan Indonesia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kebijakan Pemerintah Indonesia mempercepat larangan ekspor bijih nikel pada tahun 2020 dari sebelumnya tahun 2022, kini menjadi masalah serius.

Pasalnya, Uni Eropa (UE) siap menggugat pemerintah Indonesia ke Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization/WTO).

Menurut Direktur Departemen Perdagangan Komisi Eropa Leopoldo Rubinacci, larangan ekspor bijih nikel Indonesia yang dimajukan tersebut telah menjadi ancaman bagi industri baja kawasan Eropa.

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

“Kami akan melihat kompatibilitas WTO dari langkah-langkah Indonesia yang memajukan larangan eskpor tersebut,” ujarnya seperti dilansir dari Bloomberg, Rabu (25/9/2019).

Keputusan mempercepat larangan ekspor mineral yang digunakan sebagai bahan utama pembuat stainless steel ini, dinilai akan menambah daftar panjang tekanan pada industri stainless steel Eropa. Sebelumnya, tekanan datang permintaan yang lebih lemah akibat terkontraksinya industri produsen mobil Eropa, perang dagang AS-China, serta rencana penarikan tarif impor anti dumping oleh AS.

Selain itu, Komisi Eropa juga berencana untuk memasukkan stainless steel Indonesia dalam lingkup kuota impor UE untuk mencegah tarif kontroversial anti dumping AS pada baja asing.

Sebagai informasi, Departemen Perdagangan AS memberlakukan tarif impor baja struktural China dan Meksiko setelah menemukan bahwa kedua negara tersebut telah menjual baja struktural buatan ke AS dengan harga di bawah nilai wajar pasar.

Uni Eropa khawatir pengenaan tarif impor baja AS justru membuka peluang beberapa negara lain untuk mengalihkan pengiriman ke Eropa sehingga membanjiri pasar Benua Biru, yang tengah berjuang di tengah lemahnya permintaan.

Komisi Eropa melihat adanya lonjakan impor baja nirkarat Eropa dari Indonesia, sehingga akan membuka penyelidikan untuk menilai perlu atau tidaknya pengenaan tarif impor baru untuk Indonesia.

Seperti diketahui, pada bulan lalu, Pemerintah Indonesia menyampaikan rencana menghentikan ekspor bijih nikel mulai 1 Januari 2020, dua tahun lebih awal dari jadwal yang direncanakan sebelumnya. Langkah tersebut bertujuan mendorong pengembangan industri pengolahan dalam negeri.

Akibat sentimen ini, harga nikel di bursa LME berhasil menguat mencapai level tertinggi sejak 2014, yakni di kisaran US$18.850 per ton pada awal September 2019.

Sepanjang tahun berjalan 2019, harga nikel berjangka untuk kontrak tiga bulanan di bursa LME telah menguat 60 persen, yang didorong oleh sentimen terbatasnya pasokan dalam jangka panjang. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Larangan Ekspor NikelUni EropaWTO
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.