• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Ekspor Buah Naga Indonesia Kini Ditunggu oleh China

by Redaksi Asiatoday
June 18, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Ekspor Buah Naga Indonesia Kini Ditunggu oleh China

Kebun Buah Naga. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Karantina Pertanian (Barantan), Kementerian Pertanian (Kementan) menerima berita resmi dari KBRI di Beijing terkaitnya dibukanya kran impor untuk buah naga Indonesia ke pasar China

Informasi yang tertuang dalam Publikasi General Administration Custom of China (GACC) No. 70 tahun 2020 tanggal 27 Mei 2020 lalu ini mengakhiri penantian realisasi ekspor buah naga Indonesia ke China.

“Ada hal yang menjadi poin kritisnya yakni buah Naga harus berasal dari kebun yang telah diregistrasi dan harus bebas hama dan bebas cemaran berbahaya,” kata Kepala Pusat Karantina Tumbuhan dan Keamanan Hayati Nabati, Andi M Adnan melalui keterangan tertulisnya, Rabu (17/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Menurut Adnan, saat ini ekspor buah Naga ke Negeri Tirai Bambu baru dapat dilakukan oleh 5 perusahaan yang dinilai sudah memenuhi persyaratan oleh Tim Ahli GACC.

Masing-masing PT Cahaya Cemerlang Internasional, PT Anugerah Alam Internusa di Bantuwangi; PT Nalendra Mandara Sukses, PT Bali Organik Subak dan PT Duo Putri Abadi di Bali.

“China dengan penduduk yang terbesar di dunia merupakan pasar yang potensial dan sebagai salah satu mitra dagang strategis. Terlebih dimasa serba terbatas akibat pandemi Covid-19 seperti saat ini, terbukanya pasar baru menjadi angin segar bagi sektor pertanian di Indonesia,” terang Adnan.

Kepala Bidang Karantina Non Benih, Barantan, Turhadi menyebutkan terbukanya kran ekspor baru bagi produk sub sektor hortikultura ini segera disikapi pihaknya dengan mempersiapkan kelengkapan persyaratan teknis dan berkoordinasi dengan pelaku usaha.

Lebih jauh Turhadi menjelaskan bahwa diperlukan kerja sama semua pihak dalam penyiapan kebun registrasi dengan penerapan Good Agriculture Practices (GAP) dan pelaksanaan pengendalian hama penyakit dilapangan, penerapan persyaratan dan good-handling manufacturing pratices dalam program registrasi rumah kemas serta pemeriksaan dan sertifikasi ekspor karantina berbasis ketertelusuran.

Dan protokol ini akan sangat menentukan keberlangsungan ekspor buah naga ini nantinya.

“Kita masih cukup punya banyak waktu, karena buah Naga saat ini sedang off-season atau baru akan panen di bulan Oktober 2020 nanti,” katanya.

Secara terpisah, Kepala Barantan, Ali Jamil menyebutkan bahwa harmonisasi peraturan dan persyaratan pertanian di pasar global merupakan tugas Barantan sesuai peran pihaknya dalam memfasilitasi pertanian diperdagangan internasianal.

“Terlebih, saat ini isu tarif tidak lagi populer atau non-tariif barrier maka persyaratan teknis sanitari dan fitosanitari sangat strategis,” kata Jamil.

Ia berharap, persiapan dapat berjalan sesuai dengan rencana sehingga ekspor buah Naga ini nantinya dapat dijadiikan momentum bagi perayaan 70 tahun hubungan Diplomatik Indonesia – China.

Untuk peningkatan kapasitas produksi buah Naga dari kebun yang telah teregristasi, Jamil akan melakukan koordinasi dengan Ditjen teknis. Selain itu juga tindak lanjut akan dilakukan terhadap pemberitahuan dari negara tujuan ekspor terkait notifikasi ketidaksesuaian (Notification of Non-Compliance/NNC) atas kandungan residu pestisida yang melebihi ambang batas aman.

“Penolakan terhadap produk pertanian yang diekspor harus ditekan. Selain diplomasi pertanian sepertii saat ini, Barantan juga siap memberikan bimbingan teknis sekaligus mengawalnya hingga produk kita makin laris,” tutup Jamil. (AT Network)

Tags: Buah NagaEkspor PertanianKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.