• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Filipina Kecam Keras Kapal Penjaga Pantai China

Tiga kapal penjaga pantai China memblokir dua kapal logistik militer Filipina di Laut China Selatan

by Redaksi Asiatoday
November 18, 2021
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Filipina Kecam Keras Kapal Penjaga Pantai China 1

Menteri Luar Negeri Filipina, Teodoro Locsin. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Filipina mengecam tindakan tiga kapal Penjaga Pantai China yang memblokir dan menggunakan meriam air pada dua kapal logistik Manila saat dalam perjalanan ke atol yang diduduki Filipina di Laut China Selatan.

Menteri Luar Negeri Filipina Teodoro Locsin mengatakan, bahwa tidak ada yang terluka dalam insiden pada 16 November di Second Thomas Shoal, tetapi kapal yang mengangkut pasokan makanan untuk personel militer yang berbasis di sana harus membatalkan misi mereka.

“Tindakan Penjaga Pantai China adalah ilegal,” kata Locsin dalam sebuah pernyataan, mengingatkan China bahwa kapal milik pemerintah dilindungi oleh Perjanjian Pertahanan Bersama Filipina-Amerika Serikat.

RelatedPosts

Indonesia and Viet Nam Forge New Strategic Roadmap to Deepen ASEAN Partnership

California Seeks Strategic Partnership with Indonesia

FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny

Teodoro menyampaikan kecaman keras itu kepada Duta Besar China.

“Kami marah, mengecam dan memprotes insiden tersebut,” tegas Locsin seraya memperingatkan “kegagalan Beijing untuk menahan diri mengancam hubungan khusus” antara kedua negara.

“China tidak memiliki hak penegakan hukum di dalam dan di sekitar wilayah ini. Mereka harus berhati-hati dan mundur,” kata Locsin seperti dikutip CNA, Kamis (18/11/2021).

Manila menganggap Second Thomas Shoal, yang terletak 105 mil laut (195 km) barat daya wilayah Palawan, Filipina sebagai zona ekonomi eksklusif 200 mil laut.

Filipina telah menduduki pulau atol itu sejak 1999 setelah dengan sengaja mendaratkan kapal angkatan laut di karang.

China, yang mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan, mengatakan terumbu karang itu adalah bagian dari wilayahnya, tetapi keputusan tahun 2016 oleh Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag mendukung Filipina.

Kedutaan China di Manila tidak segera menanggapi permintaan komentar dari media. China mengklaim kedaulatan atas sebagian besar Laut China Selatan, tetapi Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan dan Vietnam juga telah mengajukan klaim untuk beberapa atau semua pulau. (ATN)

Tags: Laut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Targets China’s Premium Travelers in Global Tourism Push
  • Indonesia and Viet Nam Forge New Strategic Roadmap to Deepen ASEAN Partnership
  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.