• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Freeport dan Inalum Diminta Bangun Smelter Dekat Lokasi Tambang

by Redaksi Asiatoday
July 30, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Freeport dan Inalum Diminta Bangun Smelter Dekat Lokasi Tambang

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) meminta PT Freeport Indonesia dan holding BUMN Tambang PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum untuk membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) di dekat lokasi tambang.

Menteri BUMN Rini Soemarno mengungkapkan hal itu saat mengunjungi tambang emas Grasberg yang dikelola Freeport di Timika, Papua Barat, pada Minggu (28/7/2019).

“Ini merupakan program Pak Presiden Joko Widodo, bagaimana masyarakat di desa dan dekat lokasi tambang itu bisa mendapatkan benefit sebesar-besarnya dari pertumbuhan ekonomi,” terang Rini melalui keterangan resmi, yang dikutip Selasa (30/7/2019).

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Rini mengungkapkan pemberdayaan masyarakat di wilayah pertambangan menjadi tugas berat bersama antara pemerintah dan perusahaan.

Sementara banyak daerah-daerah yang tidak berkembang setelah tambang tidak lagi berkembang.

Dengan membangun smelter di lokasi dekat tambang, Rini berharap perekonomian masyarakat yang berada di dekat lokasi tambang bisa terkerek.

Rini mengingatkan operasional tambang Freeport harus mampu mengerek kemampuan masyarakat Papua Barat, khususnya di wilayah Mimika. Sebab, 94 persen pendapatan asli di wilayah Mimika berasal dari tambang emas tersebut.

“Ini tanggung jawab bersama Freeport dan Inalum. Jadi kami sudah harus meningkatkan program-program untuk masyarakat sehingga masyarakat Mimika dan sekitar tambang bisa menjadi mandiri jika sudah tidak ada Freeport lagi,” ujarnya.

PT Freeport saat ini tengah melaksanakan proyek pembangunan smelter keduanya di Indonesia. Hingga akhir Februari, progresnya baru 2,51 persen dan ditargetkan meningkat menjadi 3,28 persen pada Agustus 2019.

Rencananya, smelter dengan kapasitas 2 juta ton itu akan dibangun di Gresik, Jawa Timur. Proyek tersebut diperkirakan menelan investasi senilai US$2,8 miliar. Ditargetkan, proyek tersebut rampung dalam 2,5 tahun sehingga paling lambat akan beroperasi pada 2023. (Lis)

,’;\;\’\’
Tags: BUMNFreeportInalumSmelter
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.