• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

G20 akan Tetapkan Harga Karbon Sebagai Upaya Mengatasi Perubahan Iklim

by Redaksi Asiatoday
July 12, 2021
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 1 min read
A A
0
Manifesto G-7: Komitmen Atasi Perubahan Iklim dan Konservasi Biodiversity

Polusi dan emisi karbon yang bersumber dari Pembangkit Listrik Batubara. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Untuk pertama kalinya, para pemimpin keuangan G20 akhirnya mengakui penetapan harga karbon sebagai perangkat potensial untuk mengatasi perubahan iklim.

Hasil komunike resmi setelah pertemuan para menteri keuangan dan gubernur bank sentral di Venesia, Italia itu menyatakan bahwa G20 mengambil langkah tentatif untuk mempromosikan gagasan tersebut dan mengkoordinasikan kebijakan pengurangan karbon.

Langkah itu menandai perubahan besar-besaran dari empat tahun sebelumnya ketika pemerintahan mantan Presiden AS Donald Trump secara rutin menentang penyebutan perubahan iklim sebagai risiko global dalam pernyataan internasional semacam itu.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

Komunike itu juga menyebut ancaman kenaikan permukaan laut, serta memasukkan penetapan harga karbon di antara perangkat di mana negara harus berkoordinasi untuk menurunkan emisi gas rumah kaca.

Selain penetapan harga karbon, perangkat lain termasuk investasi dalam infrastruktur berkelanjutan dan teknologi baru untuk mempromosikan dekarbonisasi dan energi bersih.

“Termasuk rasionalisasi dan penghapusan bertahap dari subsidi bahan bakar fosil yang tidak efisien yang mendorong konsumsi boros dan, jika sesuai, penggunaan mekanisme penetapan harga karbon dan insentif, sambil memberikan dukungan yang ditargetkan untuk yang termiskin dan paling rentan”, kata komunike dari para pemimpin keuangan dari 20 ekonomi utama dunia, sebagaimana dilaporkan CNA, Minggu (11/7/2021).

Pernyataan itu dikeluarkan hanya beberapa hari sebelum Uni Eropa dijadwalkan untuk mengungkap pajak penyesuaian karbon yang kontroversial atas barang-barang dari negara-negara dengan emisi karbon tinggi.

“Ini adalah pertama kalinya dalam komunike G20 dapat memperkenalkan dua kata ‘harga karbon’ sebagai solusi untuk memerangi perubahan iklim. Kami telah mendorong sangat keras agar dua kata ini diperkenalkan ke dalam komunike G20,” kata Menteri Keuangan Prancis Bruno Le Maire.

Upaya itu mendapat perlawanan kuat AS saat kepresidenan Trump, di mana Amerika Serikat dengan cepat menarik diri dari perjanjian iklim Paris. (ATN)

Tags: Climate ChangeEmisi KarbonG20Perubahan Iklim
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.