• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

G7 Kecam Kebijakan Ekonomi Koersif China

by Redaksi Asiatoday
December 16, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
G7 Kecam Kebijakan Ekonomi Koersif China

Menteri Luar Negeri negara-negara G7 melakukan pertemuan di Liverpool, Inggris pada tanggal 12 Desember 2021. Dok G7

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Menteri Luar Negeri negara-negara G7 melakukan pertemuan di Liverpool, Inggris pada tanggal 12 Desember 2021.

Dalam pertemuan itu, para menteri G7 mengeluarkan pernyataan berisi penegasan terhadap komunike Menteri Luar Negeri negara-negara G7 yang dikeluarkan pada bulan Mei, dan komunike pemimpin negara-negara G7 yang dikeluarkan pada bulan Juni mengenai pentingnya perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta keprihatinan terhadap “Kebijakan Ekonomi Koersif”.

Pernyataan tersebut adalah pernyataan ketiga pada tahun ini sejak Inggris menjadi negara tuan rumah pertemuan G7, dan menegaskan pentingnya perlindungan terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, dan untuk pertama kalinya mengecam “Kebijakan Ekonomi Koersif” yang dilakukan China.

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

“Kementerian Luar Negeri (MOFA) Taiwan menyambut baik perhatian negara-negara G7 terhadap perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan, serta keprihatinan terhadap tekanan politik yang dilancarkan China dengan menggunakan modus kebijakan ekonomi,” demikian siaran MOFA, dikutip Kamis (16/12/2021).

Sejak dilaksanakannya pertemuan tingkat Kepala Negara AS-Jepang pada bulan April; pertemuan tingkat kepala negara AS-Korea Selatan pada bulan Mei; pertemuan pemimpin negara Uni Eropa-Jepang, pertemuan tingkat Menteri Luar Negeri G7, serta dialog 2+2 Jepang-Australia pada bulan Juni; dan pertemuan tingkat tinggi G7 hingga saat ini, para Menteri Luar Negeri negara-negara G7 terus memperhatikan perkembangan situasi keamanan di Selat Taiwan.

Hal tersebut memperlihatkan bahwa perdamaian dan stabilitas di Selat Taiwan telah menjadi konsensus pemimpin dan kepala negara-negara demokrasi, seperti Amerika Serikat, Jepang, Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Kanada, dan Uni Eropa.

Selain itu, pernyataan yang dikeluarkan oleh negara tuan rumah pertemuan Menteri Luar Negeri negara-negara G7 juga meliputi isu iklim, kesehatan publik, situasi regional, pemerintahan demokratis, dan lain-lain, khususnya tindakan China yang menggunakan modus kebijakan ekonomi untuk mengancam negara-negara pendukung demokrasi, dan menyerukan negara-negara demokrasi untuk bersatu melawan ancaman otoritarianisme China.
Sebagai anggota yang bertanggung jawab dalam kawasan Indo Pasifik, dan dengan berpegang pada prinsip transparansi, standar tinggi, demokrasi, dan nilai-nilai yang dijunjung bersama, Taiwan akan terus bekerja sama dengan negara-negara G7, termasuk Inggris, Uni Eropa, serta negara-negara sehaluan lainnya, untuk memperkuat ketahanan aliansi demokrasi global dan mendukung perkembangan demokrasi, bersama-sama melindungi perdamaian, stabilitas, kemakmuran, dan pembangunan berkelanjutan di kawasan Indo Pasifik. (ATN)

Tags: G7Indo Pasifik
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.