• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

G7 Siapkan Sanksi Bagi Oligarki Rusia

by Redaksi Asiatoday
March 7, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Negara G7 Gagas Konferensi Bahas Prosedur Terpadu Lawan Virus Corona

Negara-negara kelompok G7. Ist

ASIATODAY.ID, FRANKFURT – Negara-negara anggota G7 mulai menyiapkan sanksi baru yang menyasar kalangan oligarki Rusia.

Menteri Keuangan Jerman Christian Lindner mengatakan putaran sanksi berikutnya yang diberikan negara anggota G7 terhadap Rusia atas invasinya ke Ukraina diharapkan dapat meredakan konflik Rusia dan Ukraina, termasuk Amerika Serikat (AS) dan NATO tidak turut memperkeruh suasana.

“Kami sedang mengerjakan sanksi lebih lanjut,” kata Christian Lindner, dilansir dari The Business Times, Senin (7/3/2022).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Negara-negara G7 mengumumkan rencana baru pengenaan sanksi berat terhadap Moskow dan menyerukan Rusia untuk menghentikan serangannya segera di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir.

Jerman saat ini memegang jabatan Presiden G7 bergilir.

“Mereka yang mendapat keuntungan dari Putin dan mencuri kekayaan rakyat Rusia, juga melalui korupsi, tidak dapat menikmati kemakmuran mereka di demokrasi barat kita,” kata Lindner.

Rusia sudah menghadapi gelombang sanksi yang dirancang untuk mengisolasinya dari sistem keuangan internasional. Amerika Serikat dan Inggris juga menambahkan lebih banyak oligarki Rusia ke daftar hitam pengusaha yang terkait dengan Kremlin yang sudah ditargetkan oleh Uni Eropa.

Sedangkan Prancis mengatakan telah menyita superyacht milik tsar minyak Rusia Igor Sechin di French Riviera. Sementara Italia mengumumkan telah membekukan aset yang dipegang oleh oligarki Rusia di sana, termasuk kapal pesiar mewah dan properti, senilai sekitar 140 juta euro.

“Sanksi terhadap Rusia mirip dengan deklarasi perang. Tapi syukurlah kita belum sampai pada titik itu,” kata Presiden Rusia Vladimir Putin.

Lindner, ditanya tentang bahaya konflik nuklir antara Rusia dan Ukraina menjawab bahwa pihaknya berharap hal itu tidak terjadi.

“Kami ingin menyampaikan kepada orang-orang bahwa pemerintah federal melakukan segala dayanya untuk mencegah skenario yang mengerikan untuk negara kami,” pungkasnya. (ATN)

Tags: G7Ukraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.