• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Sunday, July 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gagal Bayar, BUMN China Berutang Hingga USD6,1 Miliar

by Redaksi Asiatoday
December 11, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
China Tolak Rencana Israel Aneksasi Tepi Barat Palestina

Negeri China. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) China dilaporkan mulai gagal membayar utangnya.

Nilai utang mencapai angka 40 miliar yuan atau USD6,1 miliar. Gagal bayar terjadi antara Januari dan Oktober 2020.

Masalah utang tersebut tidak hanya akan menciptakan gejolak sistem keuangan China yang dapat menghancurkan ekonomi negeri itu, namun juga berpotensi memperlambat upaya  pemulihan ekonomi China dari pandemi.

RelatedPosts

Indonesia Cuts Costs for Aviation and Petrochemicals

Bangladesh President Resigns Amid Political Transition

Indonesia, Türkiye Launch New Labor Partnership Through 2026–2027 Action Plan

Utang yang membelit sejumlah BUMN China ini kian buruk dalam beberapa pekan terakhir. Perusahaan raksasa seperti partner BMW China, Brilliance Auto Group, pembuat chip ponsel Tsinghua Unigroup, dan Yongcheng Coal & Electricity mendeklarasikan diri bangkrut atau gagal bayar pinjaman mereka bulan lalu.

Kejadian ini sontak membuat pasar utang China terguncang hingga mengakibatkan harga obligasi anjlok dan suku bunga melonjak.

Gejolak bahkan meluas ke pasar saham. Harga saham BUMN China pun berguguran.

Kondisi ini menjadi sinyal di beberapa bidang.

Pertama, hubungan antara pemerintah China dan BUMN yang dikawatirkan akan merenggang. Kedekatan keduanya, biasanya membuat mereka menjadi taruhan yang aman di saat-saat sulit.

Jika pemerintah China tidak lagi mendukung BUMN, otomatis mereka menjadi instrumen investasi yang jauh lebih berisiko.

Kedua, kesuksesan BUMN China menjadi kritis bagi kestabilan sistem keuangan negara. Meski berkontribusi kurang dari 1/3 PDB negara, namun mereka memiliki lebih setengah dari total utang yang dikeluarkan di China.

Menurut data dari People’s Bank of China dan perusahaan pialang China Huachuang Securities, BUMN memegang sekitar 90 persen dari obligasi korporasi negara.

“Kredibilitas jaminan pemerintah telah menjadi benteng terpenting melawan krisis keuangan sejauh ini. Sekarang kami melihat tanda-tanda bahwa kredibilitas ini terkikis,” ujar Direktur Riset Pasar China di Rhodium Group Logan Wright, dikutip dari CNN Business, Kamis (10/12/2020).

Dalam sejarahnya, Beijing enggan membiarkan perusahaan negara gagal bayar. Partai Komunis China menikmati kontrol ketat atas sebagian besar ekonomi, termasuk bisnis, dan percaya bahwa hubungan antara perusahaan-perusahaan ini dan pemerintah penting untuk dipertahankan.

Sekarang, tampaknya China bersedia membiarkan beberapa diantaranya bangkrut. Tetapi maraknya gagal bayar utang dan obligasi korporasi akan membuat sistem keuangan menjadi rentan dan membuat pendekatan itu penuh dengan risiko.

“Meskipun pihak berwenang menginginkan disiplin pasar untuk perusahaan yang lebih berisiko, mereka tidak dapat mengetahui seberapa besar risiko kredit dapat menyebabkan penularan yang lebih luas. Tidak ada yang bisa mengetahui garis ini dengan jelas, mengingat tidak ada preseden untuk risiko ini dalam sistem keuangan China,” tulis Wright dalam catatan penelitian baru-baru ini. (ATN)

Tags: China
No Result
View All Result

Terbaru

  • ASEAN Rebuilds Regional Security Framework Amid Rising Global Tensions
  • Indonesia Cuts Costs for Aviation and Petrochemicals
  • Indonesia’s Blue Economy Drive Protects Ocean Biodiversity
  • Indonesia’s Ocean Energy Breakthrough Begins in Nusa Penida
  • Indonesia’s Cocoa Rise Reshapes Asia’s Chocolate Supply Chain
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.