• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gejolak di Kazakhstan: 164 Orang Tewas, 6.000 Perusuh Ditangkap

by Redaksi Asiatoday
January 10, 2022
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gejolak di Kazakhstan: 164 Orang Tewas, 6.000 Perusuh Ditangkap

Kerusuhan di negeri Kazakhstan. Ist

ASIATODAY.ID, ALMATY – Kerusuhan di negeri Kazakhstan selama protes anti-pemerintah yang brutal merenggut banyak korban jiwa.

Sedikitnya 164 orang tewas, menurut laporan media setempat mengutip pejabat kesehatan.

Jika angka itu dikonfirmasi, maka hal itu akan menandai kenaikan tajam dari angka sebelumnya sebanyak 44 kematian. Hampir 6.000 orang ditangkap, termasuk sejumlah besar warga negara asing, menurut kantor kepresidenan Kazakhstan ssperti dikutip BBC.com, Senin (10/1/2021).

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Gerakan demonstrasi yang dipicu oleh kenaikan harga bahan bakar itu berubah menjadi kerusuhan besar karena menyebar ke seluruh negeri. Aksi demo dimulai pada 2 Januari yang mencerminkan ketidakpuasan pada pemerintah dan mantan Presiden Nursultan Nazarbayev.

Dia memimpin Kazakhstan selama tiga dekade dan masih dianggap memiliki pengaruh yang signifikan.

Pekan lalu, pasukan dari negara-negara lain termasuk Rusia dikirim ke Kazakhstan untuk membantu memulihkan ketertiban.

Pernyataan kantor kepresidenan menambahkan, bahwa situasi telah stabil dan pasukan melanjutkan operasi “pembersihan” dan menjaga “fasilitas strategis”. Akan tetapi keadaan darurat dan jam malam nasional tetap berlaku.

Kazakhstan merupakan sebuah negara bekas republik Uni Soviet yang mayoritas muslim dengan minoritas Rusia yang besar dan memiliki sumber daya mineral yang besar.

Negara itu memiliki 3 persen dari cadangan minyak global dan sektor batubara dan gas yang penting.

Kerusuhan yang telah meningkat menjadi protes yang lebih luas terhadap pemerintah telah mengakibatkan pengunduran diri para pejabat tinggi dan tindakan keras berdarah terhadap pengunjukrasa.

Sedangkan di Ibu Kota, Nursultan, ada tanda-tanda jelas bahwa keamanan diperketat dan pintu masuk ke Istana Kepresidenan kota diblokir.

Ada isu yang berkembang, bahwa kekerasan baru-baru ini terkait dengan perebutan kekuasaan di dalam elit penguasa Kazakhstan.

Sekitar 103 korban tewas akibat tindak kekerasan dilaporkan terjadi di kota utama, Almaty.

Pasukan keamanan mengatakan, mereka membunuh perusuh di Almaty ketika mencoba untuk memulihkan ketertiban ketika pengunjuk rasa mencoba untuk menguasai kantor polisi di kota.

Presiden Kassym-Jomart Tokayev menyebut “20.000 bandit” telah menyerang Almaty, dan dia telah mengatakan kepada pasukan keamanan untuk “menembak tanpa peringatan”. (ATN)

Tags: Kazakhstan
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.