ASIATODAY.ID, MADRID – Perubahan iklim telah memicu terjadinya gelombang panas yang mematikan.
Di Spanyol, 84 warga dilaporkan tewas setelah gelombang panas melanda negeri itu selama tiga hari.
Data jumlah korban meninggal disampaikan Institut Kesehatan Carlos III, yang melapor kepada Kementerian Kesehatan Spanyol.
Semua kasus kematian, yang dilaporkan pada 10-12 Juli, dapat dikaitkan dengan panas terik yang melebihi 40 derajat Celsius di sebagian besar negara itu. Suhu bahkan naik di atas 45 derajat Celsius di selatan dan barat daya negara itu.
Gelombang panas diperkirakan akan berlanjut hingga minggu depan, dan jumlah korban tewas dikhawatirkan akan meningkat.
“Ini adalah gelombang panas besar kedua tahun ini di Spanyol. Yang pertama berlangsung dari 11 Juni hingga 20 Juni dan merenggut nyawa 829 orang di seluruh negeri,” kata Kementerian Kesehatan, seperti dilaporkan Xinhua, Sabtu (16/7/2022).
Saat itu, suhu panas mencapai puncaknya pada 44,5 derajat Celsius.
Otoritas setempat merekomendasikan agar orang minum banyak air, menahan diri dari olahraga berlebihan dan tinggal di dalam rumah sebanyak mungkin.
Di negara tetangga Spanyol, petugas pemadam kebakaran berjuang melawan serangkaian kobaran api pada hari Sabtu setelah berhari-hari suhu panas luar biasa tinggi yang mencapai hingga 45,7 derajat Celsius.
Gelombang panas selama hampir seminggu telah menyebabkan 360 kematian terkait panas, menurut angka dari Carlos III Health Institute.
Lebih dari 3.000 orang kini telah dievakuasi dari rumah akibat kebakaran besar di dekat Mijas, satu kota di provinsi Malaga yang populer di kalangan wisatawan Eropa utara, kata layanan darurat kawasan itu dalam sebuah tweet pada Sabtu pagi.
Banyak yang dibawa ke tempat penampungan di pusat olahraga provinsi.
“Polisi melaju di jalan dengan sirene mereka dan semua orang disuruh pergi. Pergi saja. Tidak ada instruksi ke mana harus pergi,” kata pensiunan Inggris John Pretty, 83 tahun.
“Ini menakutkan… karena Anda tidak tahu apa yang terjadi,” kata penduduk Belgia Jean-Marie Vandelanotte, 68 tahun.
Di tempat lain di Spanyol, gumpalan asap hitam tebal membubung ke udara dekat Casas de Miravete di wilayah Extremadura ketika helikopter membuang air ke api yang telah menghanguskan 3.000 hektar, memaksa evakuasi dua desa dan mengancam akan mencapai taman nasional Monfrague.
Kebakaran juga terjadi di wilayah tengah Castille dan Leon dan di Galicia di utara. (ATN)
