• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gelombang Penolakan TKA China di Sultra Terus Menggelinding

by Redaksi Asiatoday
June 19, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Gelombang Penolakan TKA China di Sultra Terus Menggelinding

Pemuda Muhammadiyah. Dok

ASIATODAY.ID, KENDARI – Gelombang penolakan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang akan bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industri (VDNI) dan PT Obsidian Stainless Steel (OSS) di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tengara (Sultra) terus menggelinding.

Kali ini, penolakan disuarakan oleh Pemuda Muhammadiyah wilayah Sultra. Organisasi itu dengan tegas menyatakan tidak ada ruang bagi 500 TKA Chija di Sultra saat ini.

“Akibat pandemi Covid-19 yang terjadi selama ini, hampir semua akses dilakukan penutupan. Ditengah kondisi seperti ini, tiba-tiba kita datangkan orang dengan jumlah banyak dan parahnya itu berasal dari China, negara yang pertama ditemukan wabah Coronavirus. Ini yang menjadi salah satu dasar kami menolak kehadiran TKA asal China,” tegas Karim, sekretaris wilayah Pemuda Muhammadiyah Sultra di kantornya, Jumat (19/6/2020).

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

Selain persoalan tersebut, Pemuda Muhammadiyah Sultra juga menyampaikan lima pernyataan terkait rencana kedatangan 500 TKA asal China tersebut.

Pertama penolakan TKA dari negeri Tirai Bambu itu dilakukan karena saat ini tengah terjadi ketidakpastian ekonomi serta meningkatnya kemiskinan dan pengangguran dalam negeri.

Kedua, Pemuda Muhammadiyah juga meminta kepada Forkompimda agar memperhatikan keselamatan rakyat yang saat ini sementara berperang melawan pandemi Covid-19.

Ketiga, Pemuda Muhammadiyah menyayangkan sikap inkonsistensi Pemerintah Provinsi Sultra dalam hal ini Gubernur yang sebelumnya menolak kedatangan TKA asal China, namun tertanggal 15 Juni 2020, Gubernur berbalik sikap mendukung masuknya TKA tersebut.

“Sikap tersebut tentu menimbulkan pertanyaan dan kecurigaan publik sehingga perlu adanya klarifikasi atau pejelasan lebih lanjut secara komprehensif,” sambungnya.

Keempat, Pemuda Muhammadiyah Sultra juga meminta pihak kepolisian Republik Indonesia, khususnya Polda Sultra agar bertindak profesional dan menghindari tindakan-tindakan yang terindikasi mengistimewakan TKA.

Kelima, Pemuda Muhammadiyah Sultra juga mendesak DPRD untuk segera memanggil Gubernur, Kapolda dan dua perusahaan yang mempekerjakan 500 TKA itu yakni PT. VDNI dan PT OSS serta pihak terkait lainnya untuk mengambil sikap tegas.

“Ini penting demi keadilan serta memperhatikan aspek kemaslahatan umum sehingga terwujud kehidupan yang harmonis dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Penolakan juga datang dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Para mahasiswa berunjukrasa di kantor Bupati Kojawe, mendesak agar para TKA China tidak diizinkan masuk daerah itu.

“Kami tidak anti investasi tapi kita harus perbaiki dulu sistemnya karena kita masih belum menerapkan aturan new normal. Masyarakat sudah patuh dengan tetap tinggal di rumah, tapi pemerintah hari ini lebih patuh pada kebijakan pusat ketimbang pro terhadap rakyat,” kata Irfan, koordinator aksi.

Diketahui ratusan TKA China akan masuk ke Sulawesi Tenggara secara bergelombang mulai pada tanggal 23 Juni mendatang melalui Bandara Haluoleo, Kota Kendari. (ATN)

Tags: HMIPemuda MuhammadiyahTenaga Kerja ChinaTKA ChinaVDNIVirtu Dragon
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.