• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gempa Ambon : Korban Jiwa Jadi 30 Orang, Kondisi Pengungsi Memprihatinkan

by Redaksi Asiatoday
September 29, 2019
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Gempa Ambon : Korban Jiwa Jadi 30 Orang, Kondisi Pengungsi Memprihatinkan

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Korban jiwa akibat gempa di Ambon, Maluku, terus bertambah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat saat ini sudah 30 orang meninggal akibat gempa berkekuatan magnitudo 6.8 tersebut.

“Korban meninggal dunia sebanyak 30 orang dan luka-luka 156 orang,” kata Pelaksana tugas Kepala Pusat Data dan Informasi Masyarakat (Kapusdatinmas) BNPB Agus Wibowo, melalui keterangannya di Jakarta, Minggu (29/9/2019).

Agus mengatakan jumlah korban meninggal merupakan laporan terkini dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku. Data tersebut terhimpun hingga pukul 07.00 WIT. Jumlah korban masih mungkin terus bertambah.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Agus memastikan pendataan terus dilakukan oleh BPBD Provinsi Maluku, BPBD Kota Ambon, BPBD Kabupaten Seram Bagian Barat, dan BPBD Kab. Maluku Tengah. BNPB juga mengirimkan Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk membantu dan mendampingi BPBD provinsi dan kabupaten/kota di Maluku agar penanganan pasca bencana berlangsung dengan baik.

Status tanggap darurat gempa Ambon sudah ditetapkan sejak 26 September hingga 9 Oktober 2019. Pembentukan Pos Komando Tanggap Darurat Bencana (Posko PDB) juga sudah diberlakukan.

“Dengan keluarnya SK (surat keputusan) penetapan status tanggap Darurat dan Struktur Komando PDB gempa bumi Ambon diharapkan penanganan pasca bencana dapat belangsung dengan baik dan lancar,” ungkapnya.

Berikut daftar korban meninggal gempa Ambon berdasarkan data BNPB :

Kota Ambon

  1. John Nanlohy (balita)
  2. Mateis Pieter Frans
  3. Hi. Kebo
  4. Narti Rumain
  5. Frans Massi
  6. Messy Lethora
  7. Ashana Maimuna (balita)
  8. Jahia
  9. M. Zulkarnaen Holle
  10. Firman (balita)

Kabupaten Seram bagian Barat

  1. Samsia
  2. Johan Pelana
  3. Neles Kainama
  4. Petronela Sahetapy
  5. Karel Muster
  6. Tuniasu

Kabupaten Maluku Tengah

  1. Hamid Waitawa
  2. Aisa Maruapey
  3. La Nai
  4. Tine Tuasela
  5. Minggus Souhoka
  6. Sami Kadidu
  7. Halma Samuel
  8. Wa Ona
  9. Hasam Laisow
  10. Hamid Laisow
  11. La Ode Ana Gani
  12. Mansur Marasabessy
  13. Nabir Bugis
  14. Salbia Olong

Pengungsi Memprihatinkan

Sementara itu, para pengungsi yang berasal dari tiga desa di Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah, di antaranya Desa Liang dan Desa Tulehu memprihatinkan. Mereka terpaksa tidur beralas rumput dan beratap langit, tanpa penengaran.

“Warga kami harus tidur dengan menggelar tikar di atas rumput dan sangat dingin di malam hari akibat hujan dan berada dalam kegelapan,” kata Saniri Negeri Waai (kelompok masyarakat), Obet Reawaru di Ambon, melansir Antara, Sabtu (28/9/2019).

Obet mengungkap sejak mengungsi pada Kamis, 26 September 2019, hingga Jumat, 27 September, pihaknya belum mendapat bantuan dari pemerintah kabupaten atau provinsi. Kebutuhan paling mendesak adalah air bersih, makanan, minuman, tenda, lampu penerangan, obat, dan MCK.

“Kami berharap aspirasi ini bisa diteruskan bapak dan ibu anggota DPRD provinsi untuk diperjuangkan sampai ke pemerintah pusat, sebab sampai sekarang warga masih trauma kembali ke rumah di pesisir pantai mengingat gempa-gempa susulan masih terus terjadi,” jelasnya.

Salah satu pengungsi asal Desa Tulehu, Ali Lestaluhu, menyampaikan hal serupa. Warga yang mengungsi tidak berada di satu titik, melainkan tersebar di beberapa lokasi.

Salah satu koordinator pengungsi Desa Liang, Muchlis Lessy, menjelaskan jumlah rumah warga yang rusak berat 405 unit, rusak sedang 276 unit, dan rusak ringan 309 unit.

“Jumlah korban meninggal ada lima orang di antaranya Ny. Halima Samual, La Nai, Wa Ona, Wa Ani, serta La Oa yang rata-rata tertimpa reruntuhan tembok rumah saat terjadi gempa,” katanya.

Kemudian yang luka berat sebanyak sembilan orang dan luka ringan 72 orang. Korban tewas ini terdapat di desa induk maupun beberapa dusun.

“Ribuan warga masih bertahan di tenda pengungsian dengan kondisi kekurangan bahan makananan, tenda, MCK, dan lampu penerangan,” jelasnya.

Pengungsi menyampaikan keluhannya ke pimpinan sementara DPRD Maluku Lucky Wattimury, Richard Rahakbauw, Melkianus Sairdekut, Azis Sangkal, serta sejumlah anggota DPRD Maluku, saat mengunjungi lokasi pengungsian.

“Legislatif akan memperjuangkan secepatnya bantuan dari pemerintah provinsi dan pusat bisa segera terealisasi,” tandasnya. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Gempa AmbonGempa Bumi
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.