• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Gempa Berkekuatan 7,1 Magnitudo di Maluku Utara Disebabkan Penyeseran Dalam Lempeng Laut

by Redaksi Asiatoday
November 15, 2019
in News
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Gempa Berkekuatan 7,1 Magnitudo di Maluku Utara Disebabkan Penyeseran Dalam Lempeng Laut

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan gempa berkekuatan 7,1 magnitudo yang mengguncang Jailolo, Maluku Utara disebabkan adanya penyeseran dalam lempeng laut Maluku. Gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (Thrust Fault).

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. Ini akibat adanya deformasi atau penyesaran dalam Lempeng Laut Maluku,” ujar Kepala Pusat Gempa bumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/11/ 2019).

Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempa bumi ini memiliki parameter dengan magnitudo 7,4 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitude 7,1. Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1.63 LU dan 126.4 BT atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 134 km arah Barat Laut Kota Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara pada kedalaman 73 kilometer.

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberi peringatan dini tsunami untuk wilayah Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut). Peringatan tsunami ini menyusul gempa 7,1 magnitude yang mengguncang wilayah Jailolo, Maluku Utara sebelum resmi berakhir pukul 00.55 WIB.

Berdasarkan data permodelan BMKG, wilayah Sulut yang berpotensi tsunami ialah Kota Bitung dengan status waspada. Lalu dua wilayah di Maluku Utara di Halmahera dan Ternate dengan status waspada.

Gempa berkekuatan 7,1 magnitude mengguncang Jailolo, Maluku Utara. Pusat gempa berada di darat 134 kilometer (km) Barat Laut Jailolo.

Gempa terjadi pada Kamis, 14 November 2019 sekitar pukul 23.17 WIB. Kekuatan gempa hingga kedalaman 10 km. Titik koordinat gempa berada pada 1,63 Lintang Utara (LU), 126 , 40 Bujur Timur (BT).

Peringatan Dini Tsunami Berakhir

Badan Mererologi Kilimatologi dan Gefosikka (BMKG) resmi mencabut peringatan dini tsunami di wlayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara. Peringatan dini tsunami berakhir pukul 00.55 WIB.

“Peringatan Dini TSUNAMI yang disebabkan oleh gempa Mag:7.1, 14-Nov-19 23:17:43 WIB, dinyatakan telah berakhir,” tulis BMKG dalam laman twitternya, Jumat, 15 November 2019.

Getaran Dirasakan Hingga Sulawesi Tengah, Gorontalo dan Ternate

Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karniawati mengatakan gempa 7,1 magnitudo yang terjadi di Maluku Utara (Malut) dan Sulawesi Utara (Sulut) dirasakan guncangannya cukup kuat. Khususnya masyarakat Bitung dan Manado yang merasakan guncangan paling besar.

“BMKG mencatat daerah Bitung dan Manado dengan skala intensitas modified mercalli intensity (MMI) IV hingga V, artinya getaran hampir dirasakan semua penduduk dan orang banyak terbangun,” ujar Dwikorita, dalam konfrensi persi di Gedung BMKG, Jakarta, Jumat, 15 November 2019.

Selain itu, BMKG juga mencatat getaran gempa dirasakan oleh masyarakat Gorontalo dan Ternate yang memiliki intensitas lebih rendah, dengan skala MMI III hingga IV. Artinya dirasakan orang banyak di dalam rumah.

Terakhir guncangan gempa juga dirasakan masyarakat Buol, Sulawesi Tengah dengan intensitas MMI II. “Getaran dirasakan beberapa orang dan benda ringan yang digantung bergoyang,” tuturnya.

Dwikora menuturkan hingga saat ini belum dapat mengetahui secara pasti kerusakan yang ditimbulkan akibat gempat tersebut.

9 Kali Gempa Susulan di Maluku Utara

Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Winangun, Manado, Sulawesi Utara mencatat sebanyak sembilan kali gempa susulan pascagempa utama 7,1 magnitudo di laut Jailolo, Maluku Utara. Guncangan gempa lebih kecil dari gempa pertama.

“Gempa susulan tersebut terjadi masih di lokasi yang sama,” sebut Staf Operasional Alva di Manado, Jumat dini hari, 15 November 2019 seperti dilansir Antara.

Sembilan gempa susulan yang terekam tersebut memiliki magnitudo terkecil 4,1 dan terbesar dengan magnitudo 4,9. (Ant/AT)

,’;\;\’\’
Tags: BMKGGempa AmbonGempa BumiGempa Maluku Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.