• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Go Digital ASEAN: Perkuat Kapasitas 37 Ribu Masyarakat Indonesia

by Redaksi Asiatoday
March 15, 2022
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Go Digital ASEAN: Perkuat Kapasitas 37 Ribu Masyarakat Indonesia 1

Program Go Digital ASEAN. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Program Go Digital ASEAN yang digagas oleh The Asia Foundation fokus membangun dan memperkuat kapasitas talenta digital di Asia Tenggara termasuk di Indonesia.

Dalam 18 bulan terakhir, sebanyak 37 ribu masyarakat Indonesia yang berasal dari komunitas marjinal telah mendapatkan pelatihan digital. Program ini sepenuhnya didanai oleh cabang filantropis Google, Google.org.

“Kami optimis, 37 ribu orang yang telah mendapat manfaat dan memperoleh keterampilan digital melalui program ini, nantinya akan mampu melindungi dan memperkuat mata pencaharian mereka,” ujar Deputy Country Representative The Asia Foundation, Indonesia, Hana Satriyo, dalam keterangannya, Selasa (15/3/2022).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Go Digital ASEAN sendiri merupakan inisiatif dalam meningkatkan kemampuan digital dengan nilai investasi sebesar USD3,3 juta.

Peserta telah mendapatkan pembekalan berupa rangkaian pelatihan termasuk penggunaan perangkat-perangkat digital yang dapat mendukung mereka dalam membuka peluang ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, sekaligus memitigasi dampak negatif dari Covid-19 terhadap mata pencaharian mereka.

Program yang diluncurkan secara serentak di 10 negara ASEAN sejak puncak pandemi pada Juni 2020 ini, bertujuan untuk meningkatkan keterampilan individu dan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) hingga sebanyak 200 ribu orang sebagaimana visi yang dicanangkan oleh Komite Koordinasi ASEAN tentang UMKM dalam menutup kesenjangan digital.

Adapun di Indonesia, TAF bermitra dengan lembaga pemerintah seperti Pusat Pengembangan Sumber Daya Perempuan serta Kementerian Koperasi dan UKM untuk merangkul 930 orang pelatih guna mengajarkan modul tentang teknologi informasi dan komunikasi mulai dari pengantar, tingkat dasar, hingga lanjutan kepada kalangan pelaku usaha mikro, penyandang disabilitas, dan pencari kerja di tingkat desa.

Keberhasilan dalam melampaui target awal dengan memberikan dampak pada 20 ribu orang di pertengahan Juni 2021, menjadi dasar bagi TAF untuk memperpanjang pelaksanaan program dengan memberikan pelatihan kepada 15 ribu orang lainnya.

Dengan perpanjangan waktu tersebut, tercatat lebih dari 22 ribu para pencari kerja, 15 ribu pelaku usaha mikro dan sekitar 1.000 penyandang disabilitas telah berhasil meningkatkan keterampilan pada masa akhir program di bulan Desember 2021.

Para peserta pelatihan berasal dari 800 desa di delapan provinsi di Indonesia, yaitu Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara, Tenggara dan Barat, Jawa Tengah, Jawa Barat, Banten, Riau, dan Kalimantan Barat.

Adapun terkait dengan komposisi peserta diketahui bahwa, empat dari lima peserta pelatihan adalah perempuan.

“Kami melihat bagaimana hal ini telah membantu memperluas peluang ekonomi bagi pelaku usaha kecil dan komunitas yang rentan seperti perempuan dan generasi muda yang setengah menganggur di kawasan ASEAN,” kata APAC Lead, Google.org Marija Ralic.

Sebagai hasil dari program ini, lebih dari 94 persen peserta pelatihan telah membuktikan peningkatan kompetensi digital mereka. Sebanyak 70 persen pelaku usaha mikro yang telah mengikuti pelatihan ini telah berhasil mengubah bisnis mereka menjadi online selama masa pandemi, sementara 53 persen diantaranya melihat adanya peningkatan interaksi dengan pelanggan.

Keterampilan baru ini juga telah membantu 92 persen pencari kerja untuk merasa lebih siap menjalani masa depan, sementara 68 persen diantaranya telah berhasil mempertahankan pekerjaan mereka setelah mengikuti pelatihan ini.

Selain itu, Go Digital ASEAN juga menginspirasi peserta pelatihan penyandang disabilitas, dimana 95 persen diantara mereka percaya bahwa keterampilan digital mereka telah meningkat dan 89 persen diantaranya mengambil langkah untuk meningkatkan karir mereka. (ATN)

Tags: Asia DigitalAsia FoundationGo Digital ASEANGoogleTalenta Digital
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.