• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Grab Berminat Bangun Pabrik Daur Ulang Ponsel di Indonesia

by Redaksi Asiatoday
January 26, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Produk China Mengepung Indonesia, Kemendag Segera Investigasi

Perdagangan Handphone di Indonesia. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Grab berminat berinvestasi di Indonesia untuk mengembangkan industri daur ulang ponsel usang atau remanufacture mobile phone.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengungkapkan hal itu setelah bertemu dengan pihak Grab pada rangkaian agenda menghadiri World Economic Forum (WEF) 2020 di Davos, Swiss.

“Saya sudah berbicara dengan pihak Grab. Mereka ada niat melakukan investasi remanufacturing dari mobile phone yang sudah relatif tua atau sudah rusak, yang nantinya menjadi mobile phone baru,” katanya di Jakarta melalui keterangan tertulisnya, yang diterima Minggu (26/01/2020).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Investasi Grab diharapkan dapat mendukung kebutuhan masyarakat Indonesia dalam kesiapan memasuki era revolusi industri 4.0. Pasalnya, penggunaan teknologi komunikasi digital seperti ponsel menjadi salah satu kebutuhan penting di era tersebut.

Apalagi, industri ponsel di dalam negeri mengalami pertumbuhan jumlah produksi yang cukup pesat selama lima tahun terakhir.

“Hal ini tidak terlepas dari upaya pemerintah yang terus memacu pengembangan di sektor telekomunikasi dan informatika,” paparnya.

Seiring berkembangangnya sektor tersebut, Agus menegaskan bahwa pemerintah bertekad untuk memberikan perlindungan bagi industri Handphone, Komputer dan Tablet (HKT) di dalam negeri, termasuk kepada para penggunanya.

Hal itu juga sejalan dengan upaya menekan masuknya ponsel ilegal ke Indonesia yang berpotensi menimbulkan kerugian negara. Pemerintah pun telah menetapkan tiga peraturan menterin untuk mengatasi problem tersebut.

“Oleh karena itu, pemerintah menerbitkan kebijakan tentang International Mobile Equipment Identity (IMEI), yang akan membuat industri dan pasar kita terlindungi dari barang black market. Selain itu, pelanggan akan terjamin dengan produk yang berkualitas,” tuturnya.

Menanggapi rencana investasi tersebut, President Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata menjelaskan remanufacturing ponsel yang dimaksud adalah untuk menghasilkan ponsel-ponsel yang lebih terjangkau di masyarakat. Hal itu juga ditujukan untuk meningkatkan potensi ekonomi digital di Indonesia yang diproyeksi mencapai US$100 miliar.

Sementara itu, Group CEO dan Co-founder Grab, Anthony Tan menyampaikan Grab telah berkontribusi pada pengembangan dua pedoman industri yang tengah berkembang, yaitu platform ekonomi dan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligent (AI). Hal itu diungkapkannya dalam acara bertema ‘Unlocking Technology for Good’ di sela-sela kegiatan WEF 2020.

“Kami secara proaktif berkomitmen pada serangkaian prinsip utama pada proses kerja platform yang baik serta pengaplikasian teknologi AI, dan berharap hal ini dapat memberi manfaat bagi pemerintah dan perusahaan lainnya untuk mulai berkolaborasi dalam pemecahan masalah ini,” tambahnya.

Berdasarkan catatan Kementerian Perindustrian, industri HKT merupakan salah satu sektor strategis yang dalam perkembangannya menunjukkan tren meningkat dan berkontribusi positif bagi perekonomian nasional. Pada 2018 industri HKT dalam negeri mampu memproduksi sebanyak 74,7 juta unit atau meningkat 23 persen dari tahun 2017 yang memproduksi sekitar 60,5 juta unit.

Sementara itu, dari sisi neraca perdagangan, produk HKT menunjukkan tren yang positif, dengan catatan ekspor di periode Januari-Agustus 2019 sebesar US$333,8 juta atau lebih tinggi dari impor pada periode yang sama senilai US$145,4 juta. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: GrabGrab IndonesiaHandphoneIndustri ManufakturKemenperin
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.