• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Harga Batu Bara Rontok Imbas Aksi Mogok Pekerja Gas di Australia

by Redaksi Asiatoday
August 24, 2023
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
PBB Desak Australia Hentikan Penggunaan Batubara

Aktivitas tambang Batubara di Australia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Harga batu bara rontok pada perdagangan Rabu (23/8/2023).

Hal ini dipicu merosotnya harga gas di Eropa di tengah negosiasi di Australia untuk mencegah aksi mogok pekerja di tiga fasilitas produksi LNG.

Harga batu bara Newcastle kontrak berjangka Agustus 2023 stagnan di US$150 per ton, kontrak berjangka September 2023 jatuh US$ 5,50 menjadi US$ 159,25 per ton, dan kontrak Oktober 2023 berkurang US$ 5,50 menjadi US$ 161,25 per ton.

RelatedPosts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens

Sementara, harga batu bara Rotterdam kontrak berjangka Agustus 2023 melemah US$0,55 menjadi US$118,25, kontrak September 2023 turun US$5,10 menjadi US$123,55 serta kontrak Oktober melemah U$S5 menjadi US$124,30.

Dikutip dari Montel, harga gas Eropa bulan depan diproyeksi akan turun lebih 10% di tengah negosiasi yang sedang berlangsung di Australia untuk mencegah aksi mogok pekerja di tiga fasilitas produksi LNG utama.

Chevron berupaya mencegah pemogokan pekerja LNG dengan tawaran pembayaran langsung kepada karyawan LNG di Australia Barat. Hal itu dilakukan dalam upaya mengakhiri perselisihan perusahaan yang dapat membatasi pasokan global.

Chevron akan mengajukan proposal gaji lebih baik melalui pemungutan suara di antara para pekerja di fasilitas Gorgon dan Wheatstone pada Rabu dan Kamis depan.

“Kami memberikan usulan perjanjian perusahaan kepada pegawai di masing-masing fasilitas gas Gorgon dan Wheatstone untuk dipilih. Perjanjian yang diusulkan memberikan nilai signifikan bagi pergawai dan akan berlaku setelah operasional,” kata juru bicara perusahaan energi tersebut.

Pembicaraan juga terjadi antara serikat pekerja dan Woodside. Serikat pekerja telah mengancam akan melakukan mogok terhadap aset Woodside pada 2 September jika kesepakatan tidak tercapai.

Ketiga terminal ekspor LNG menyediakan sekitar 10% pasokan global. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Harga Batubara
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.