• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

IATA: Dibutuhkan 8 Ribu Boeing untuk Distribusi Vaksin ke Seluruh Dunia

by Redaksi Asiatoday
September 11, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Presiden Jokowi Sahkan Perjanjian Penerbangan Indonesia-Turki

Aktivitas Penerbangan. Ilustrasi

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) mengungkapkan, pengiriman vaksin Covid-19 ke seluruh dunia akan menjadi tantangan transportasi terbesar. Setidaknya dibutuhkan 8.000 armada Boeing 747.

Meskipun belum ada vaksin Covid-19, namun IATA telah bekerja sama dengan maskapai penerbangan, bandara, badan kesehatan global, dan perusahaan obat dalam rencana pengangkutan udara global.

Program distribusi mengasumsikan hanya satu dosis yang dibutuhkan per orang.

RelatedPosts

Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts

Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026

ADB Unleashes $100 Million Digital Bond to Power Asia’s Next Economic Revolution

“Pengiriman vaksin Covid-19 dengan aman akan menjadi misi abad ini bagi industri kargo udara global. Tetapi itu tidak akan terjadi tanpa perencanaan sebelumnya yang cermat, dan sekaranglah waktunya,” kata kepala eksekutif IATA Alexandre de Juniac dikutip dari BBC, Jumat (11/9/2020).

Maskapai penerbangan telah mengalihkan fokus mereka ke pengiriman kargo selama penurunan parah dalam penerbangan penumpang. Namun, pengiriman vaksin jauh lebih kompleks.

Tidak semua pesawat cocok untuk mengirimkan vaksin. Sebab, diperlukan kisaran suhu antara 2° dan 8°C untuk mengangkut obat. 

“Kami tahu prosedurnya dengan baik. Yang perlu kami lakukan adalah meningkatkannya ke besaran yang diperlukan,” tambah Glyn Hughes, kepala kargo badan industri.

Penerbangan ke beberapa bagian dunia, termasuk beberapa daerah di Asia Tenggara, akan menjadi penting karena kurangnya kemampuan produksi vaksin.

Menurut IATA, mendistribusikan vaksin ke seluruh Afrika akan menjadi tidak mungkin saat ini mengingat kurangnya kapasitas kargo, ukuran wilayah dan kompleksitas penyeberangan perbatasan.

Sekitar 140 vaksin sedang dalam pengembangan awal. Sekitar dua puluh sekarang sedang diuji coba pada orang-orang dalam uji klinis.

Salah satunya sedang dikembangkan oleh Universitas Oxford yang sudah dalam tahap pengujian lanjutan.

IATA telah mendesak pemerintah untuk memulai perencanaan yang cermat sekarang untuk memastikan mereka sepenuhnya siap setelah vaksin disetujui dan tersedia untuk didistribusikan.

“Vaksin akan menjadi komoditas yang sangat berharga. Pengaturan harus dilakukan untuk memastikan bahwa pengiriman tetap aman dari gangguan dan pencurian,” tambah IATA. (ATN)

Tags: BoeingIATAVaksin Covid-19
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.