• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home STUDY AND ENVIRONMENT

Indonesia Bangun Observatorium di Kupang, Terbesar di Asia Tenggara

by Redaksi Asiatoday
August 10, 2020
in STUDY AND ENVIRONMENT
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Bangun Observatorium di Kupang, Terbesar di Asia Tenggara

Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia tengah merampungkan pembangunan Observatorium terbesar di Asia Tenggara.

“Fasilitas tersebut berdiri di Gunung Timau, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) dan diharapkan dapat rampung pada tahun 2021,” kata Deputi Bidang Sains Antariksa dan Atmosfer Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Halimurrahman dikutip dari Antara, Senin (10/8/2020).

Gunung Timau dipilih menjadi lokasi pembangunan observatorium karena diperlukan areanya bebas polusi cahaya dan udara.

RelatedPosts

Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers

Indonesia Faces Methane Emergency as ASEAN and South Korea Launch $20 Million Climate Waste Initiative

AMAN and UNESCO Lead Safety Training for Indigenous Women Journalists in Makassar

“Karena di daerah yang polusi cahayanya sangat rendah kita bisa melihat bintang yang berkelip di atas kita,” ujar Halimurrahman.

Dengan keberadaan observatorium nasional di Kupang, diharapkan wilayah itu menjadi tempat wisata langit yang tentunya akan meningkatkan ekonomi di daerah sekitar.

“Dengan membangun observatorium nasional di Kupang, kita mendorong Indonesia bagian timur memiliki sains khususnya keantariksaan yang maju seperti halnya Bandung,” tutur Halimurrahman.

Menurut Halimurrahman, saat ini pihaknya sedang dalam proses pembangunan gedung teleskop.

Observatorium itu akan dilengkapi dengan teleskop 380 cm yang relatif besar untuk wilayah Asia-Pasifik dan sangat bermanfaat untuk penelitian keantariksaan.

“Pemanfaatan teleskop ke depan selain kepentingan ilmiah juga memantau benda buatan manusia seperti satelit, di sekitarnya apakah ada objek lain yang membahayakan,” tutur Halimurrahman.

Observatorium di Gunung Timau menjadi Taman Nasional Langit Gelap pertama di Indonesia sekaligus observatorium terbesar di Asia Tenggara.

Saat rampung, Observatorium di Gunung Timau juga bakal memajang teleskop terbesar di Asia Tenggara.

Jika kini Observatorium Bosscha di Lembang, Bandung, sudah “dikepung” oleh pemukiman, maka tidak dengan observatorium ini.

Karena berada di tengah hutan lindung, tak boleh ada bangunan lain di sekitar observatorium yang dirasa bisa menimbulkan polusi cahaya dan polusi udara. (Ant)

Tags: KupangLapanObservatorium
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.