• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 9, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Berpacu Kuasai Ekspor Sarang Walet di Dunia

by Redaksi Asiatoday
July 26, 2019
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Berpacu Kuasai Ekspor Sarang Walet di Dunia

ASIATODAY.ID, BOGOR – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian tengah berpacu untuk meningkatkan ekspor sarang burung Walet ke seluruh dunia. Karena itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk menggenjot industri ini.

Staf Ahli Menteri Bidang Perdagangan dan Hubungan Internasional Kementerian Pertanian, Banun Harpini, mengungkapkan, para pelaku usaha sarang burung walet (SBW) harus berpacu untuk meningkatkan kualitas produksi dan potensi ekspor nasional.

“Kita tahu potensi sarang burung walet kita sangat luar biasa. Apalagi negara kita merupakan habitat utama yang paling cocok dengan perkembangbiakan Walet. Indonesia adalah pemasok terbesar pasar global, bahkan sampai 78 persen,” terang Banun dalam Focus Group Discussion di Hotel Salak Bogor, Jumat (26/7/2019).

RelatedPosts

Indonesia’s IPO Wave Signals New Investor Confidence

Indonesia Expands Industrial Footprint in Eurasia with Seven New Strategic Partnerships

Indonesia Deepens Japan Startup Partnership with US$100 Million Venture Fund

Menurut Banun, persoalan walet yang selama ini menghambat ekspor dan investasi nasional bisa dipecahkan bersama melalui forum diskusi ini. Apalagi, pemerintah melalui lintas lembaga dan kementerian terus mendorong terbukanya keran ekspor menuju pasar global.

“Ekspor sarang burung walet Indonesia tahun 2018 bisa mencapai Rp40 triliun. Ini kan potensi besar kita yang terbukti menghasilkan devisa. Hanya memang tata niaga kita belum berjalan secara baik,” terangnya.

Banun mengatakan, saat ini pemerintah memberi perhatian khusus pada sarang burung walet kotor yang masih berusaha diekspor ke negara China. Produk macam ini, tidak boleh lagi diperjualbelikan ke pasar internasional, khususnya negara China.

“Untuk masuk ke China, sarang burung walet harus memenuhi persyaratan yang cukup detail agar tidak dinilai ilegal negara tujuan. Kami juga menemukan kasus lain seperti keluar masuk melalui jalur-jalur yang tidak resmi,” imbuhnya.

Banun berharap, melalui kerja sama yang baik antar-lintas sektor maka Indonesia akan optimal memenuhi kebutuhan industri dan pengolahan sarang burung walet. Negara China memberikan kuota 150 ton per tahun, namun Indonesia baru mengirimkan secara langsung sebanyak 70 ton dari 21 perusahaan yang teregistrasi.

“Kita ingin menjadikan sarang burung walet sebagai ikon ekspor Indonesia karena habitat yang cocok ekosistem mereka ada di kita,” katanya.

Kepala Pusat Karantina Hewan, Agus Sunanto, mengatakan volume ekspor dan perdagangan Indonesia selama empat setengah tahun terakhir terus mengalami peningkatan yang signifikan.

Untuk itu, pihaknya terus melakukan upaya pengawasan dan registrasi dokumen bagi pelaku usaha dalam memulai proses pemasaran. Langkah ini penting mengingat kelengkapan dokumen adalah alur dan akses dalam menumbuhkan perkembangan ekspor.

“Kita fokus pengawasan registrasi rumah walet, dokumen dan sertifikat, label, dan proses pemanasan. Paling tidak setahun sekali harus dilakukan verifikasi pada alur produksi sarang burung walet,” jelasnya.

Selain itu, kata Agus, Karantina Pertanian juga rutin melakukan uji laboratorium untuk mendeteksi kandungan nitrit dan mikrobiologi pada produk yang akan dipasarkan.

“Karena kalau nanti ditemukan penyakit di negara tujuan ekspor, maka kita akan di-banned. Ini sangat berisiko kalau SBW kotor tetapi tetap diekspor. Apalagi kita sedang mendorong peningatan ekspor dan investasi,” tandasnya. (AT)

,’;\;\’\’
Tags: KementanSarang WaletWalet
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s IPO Wave Signals New Investor Confidence
  • Asia’s Economic Resilience Tested as Energy Crisis and Geopolitical Tensions Reshape 2026 Outlook
  • AI Gives Asia a Strategic Edge as Global Economy Faces War and Inflation
  • Indonesia Leads D-8 Push to Shape a New Global Halal Economy
  • Indonesia Builds National Carbon Data Platform to Compete in the Green Economy
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.