• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia dan ASEAN Harus Menjaga Stabilitas Ditengah Pertentangan Global

by Redaksi Asiatoday
December 1, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia dan ASEAN Harus Menjaga Stabilitas Ditengah Pertentangan Global

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ditengah ketidakpastian dan pertentangan global yang kian merucing, Indonesia dan ASEAN harus mengambil peran menciptakan stabilitas.

Menurut Pendiri Foreign Policy Community Indonesia (FPCI), Dino Patti Djalal, ASEAN harus dapat diandalkan.

“Bukan hanya sentralitas ASEAN, tapi ASEAN yang serba guna,” ujar Dino saat membuka Conference on Indonesia Foreign Policy (CIFP) 2019, di The Kasablanka, Jakarta, Sabtu (30/11/2019).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Dino mengungkapkqn, saat ini dunia dalam masa ‘hot peace’ (perdamaian yang panas). Situasi ini tidak baik, karena terjadi rivalitas geostrategis antar negara.

Selain itu, hot peace juga memperluas wilayah konflik. Konsekuensi lainnya adalah harga ekonomi yang naik, kurangnya kerja sama, bahkan semakin tingginya tekanan.

Kendati demikian, menurut Dino ada perbedaan antara hot peace dan perang dingin. Salah satunya adalah saat ini Indonesia lebih memiliki daya tawar dari perang dingin.

“Kita bukan lagi target yang tidak disukai seperti sebelumnya,” terangnya.

Karenanya kata Dino, Indonesia dan ASEAN harus bisa menjaga keseimbangan dan stabilitas di kawasan. “Kita juga harus menjaga moral kita,” imbuhnya.

Dino memandang, saat ini belum ada negara yang memiliki solusi untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang menghantam dunia, termasuk perang dagang antara Tiongkok dan AS. Karenanya, acara CIFP 2019 digelar, untuk mengetahui apa yang harus dilakukan Indonesia untuk bertahan dari ketidakstabilan dunia.

Berbagai tokoh terkemuka hadir dalam kegiatan ini, antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Wakil Menlu Mahendra Siregar, Menteri Koordinator Ekonomi Airlangga Hartarto. Bahkan, beberapa tokoh dunia seperti penerima Nobel Perdamaian Jose Ramos Horta, juga mantan Menlu Australia Stephen Smith juga hadir dalam kegiatan ini. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: AseanAsean OutlookForeign Policy Community IndonesiaKemenlu RIPerang Dagang Amerika-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.