• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia dan Australia Gagas Pertemuan 36 Negara Bahas Keamanan Laut Internasional

by Redaksi Asiatoday
June 15, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hadapi Ancaman Global, Panglima TNI Galang Kerja Sama Militer di ASEAN

Pengamanan Maritim Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla) RI, Australian Border Force (ABF) dan Maritime Border Command (MBC) mengumpulkan 36 perwakilan negara sahabat dalam kegiatan The 10th Maritime Security Desktop Exercise (MSDE). Kegiatan ini bertujuan untuk mempererat kerja sama antarnegara yang memiliki perairan.

Karena masih pandemi Covid-19, maka The 10th MSDE ini diselenggarakan secara luring dan daring. Kegiatan ini diikuti oleh 36 negara perwakilan anggota Heads of Asian Coast Guard Agencies Meeting (HACGAM) dan Indian Ocean Rim Association (IORA).

Negara-negara tersebut mulai dari Indonesia, Australia, Afrika Selatan, Bahrain, Bangladesh, Brunei Darussalam, Iran, Kamboja, Kenya, Komoros, Republik Rakyat Tiongkok (China), Filipina, Hong Kong, India, Jepang, Korea Selatan, Laos, Madagaskar, Malaysia, Maladewa, Mauritius, Myanmar, Mozambik, Oman, Papua Nugini, Pakistan, Seychelles, Singapura, Sri Lanka, Somalia, Tanzania, Thailand, Timor Leste, Turki, Uni Emirates Arab (UEA), Vietnam dan Yaman.

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

Selama 4 hari, MSDE bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan aparat keamanan maritim di kawasan regional terhadap penanganan insiden keamanan maritim sesuai dengan hukum internasional yang berlaku.

Kepala Bakamla RI Laksdya TNI Aan Kurnia dalam pembukaan gelaran ini menyampaikan, saat ini terdapat beberapa ancaman keamanan dan keselamatan laut yang dihadapi oleh negara-negara di kawasan. Seiring dengan meningkatnya volume perdagangan dan ketergantungan negara-negara terhadap sumber daya laut, meningkat pula permasalahan di perairan regional.

“Situasi ini perlu menjadi perhatian bagi semua negara pantai di kawasan dan diperlukan kerja sama yang komprehensif antarnegara”, kata Aan yang diwakili Deputi Kebijakan dan Strategi Bakamla RI, Laksda Bakamla Tatit E. Witjaksono, dikutip siaran pers, Selasa (15/6/2021).

Para peserta akan dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk mengoptimalkan pemahaman materi yang diberikan. Metode latihan, presentasi dari peserta, dan diskusi dalam memecahkan permasalahan juga dilakukan.

Bertindak sebagai fasilitator akan diakomodir oleh Indonesia dan Australia melalui Direktur Australian National Centre for Ocean Resources and Security (ANCORS), University of Wollongong, Australia, Stuart Kaye, Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran, Indonesia Gusman Catur Siswandi dan Kasubdit Hukum Internasional dan Peraturan Perundang-Undangan Bakamla RI, Kolonel Bakamla Hudiansyah Is Nursal.

“Bakamla RI bersama pemerintah Australia dalam hal ini MBC dan ABF, telah mengambil inisiatif untuk meningkatkan pemahaman regional terhadap penerapan hukum laut internasional. Salah satu implementasinya melalui pelaksanaan kegiatan MSDE yang telah dilaksanakan sejak tahun 2009,” jelasnya.

Setelah 9 kali dilaksanakan, terdapat peningkatan pemahaman terhadap hukum laut internasional secara regional. Hal ini dapat dilihat dari pencegahan secara regional dan aktivitas penegakan hukum di laut yang jauh lebih baik dari sebelumnya.

“Hal ini juga dibuktikan dengan terjalinnya kerja sama yang kuat antarpenegak hukum laut di kawasan,” tandasnya. (ATN)

Tags: BakamlaIndo PasifikLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.