• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia dan China Sepakati Buka Akses Perjalanan Bisnis Tanpa harus Karantina

by Redaksi Asiatoday
August 21, 2020
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Prakarsai Pertemuan Terbuka DK PBB, Tolak Rencana Aneksasi Israel

Menteri Luar Negeri (Menlu) RI, Retno Marsudi. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan China menyepakati perjanjian akses keluar masuk untuk keperluan bisnis esensial dan kedinasan.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengungkapkan hal itu disela lawatannya ke China usai bertemu Menteri Luar Negeri China Wang Yi, Kamis (20/8/2020).

“Pemerintah Indonesia dan China telah menyepakati essential business travel corridor arrangement yang mengatur perjalanan bisnis esensial dan kedinasan yang mendesak secara aman,” kata Retno dalam keterangan tertulis, yang diterima Jumat (21/8/2020)

RelatedPosts

Freeport’s Grasberg Recovery: 21 Tonnes of Gold Target in 2026

Japan’s Takeda Places US$30 Million Bet on Indonesia’s Biopharma Ambition

ASEAN’s Chip Race: Indonesia and Malaysia Forge New Semiconductor Alliance

Namun untuk perjalanan wisata tidak termasuk dalam perjanjian ini. Perjanjian travel corridor kali ini menjadi yang ketiga untuk Indonesia, setelah dengan Uni Emirat Arab (UEA) yang berlaku per 30 Juli 2020 dan dengan Korea Selatan pada 17 Agustus 2020.

Perjanjian travel corridor ini memberikan keleluasaan bagi pelaku perjalanan tidak melakukan karantina mandiri selama 14 hari.

Perjanjian ini mengedepankan protokol kesehatan yang ketat dan dijalankan secara sangat hati-hati sehingga tidak mengancam pengelolaan penyebaran Covid-19 di kedua negara.

Pengaturan travel corridor akan diterapkan mulai dari pemberian visa hingga protokol kesehatan sebelum dan setelah ketibaan, termasuk PCR test.

China menjadi salah satu negara investor terbesar bagi Indonesia dengan menduduki peringkat kedua setelah Singapura. Investasi China di Indonesia meningkat 9 persen pada semester I/2020 yakni menjadi USD2,4 miliar dari USD2,2 miliar pada semester I/2019. (ATN)

Tags: Kemenlu RIKerjasama Indonesia-China
No Result
View All Result

Terbaru

  • California Seeks Strategic Partnership with Indonesia
  • Indonesia’s Geothermal Future Put to the Test in NTT
  • FBI Joins Indonesia Corruption Probe as Gold and Millions in Cash Raise Global Scrutiny
  • Energy and Food Price Shocks Put Asia-Pacific on Alert
  • Global Waste-to-Energy Giants Enter Indonesia’s Green Infrastructure Race
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.