• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 13, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Desak Sri Lanka Hapus Larangan Impor Sawit

by Redaksi Asiatoday
September 25, 2021
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Indonesia Desak Sri Lanka Hapus Larangan Impor Sawit

Menlu Retno Marsudi saat berbincang dengan Menlu Sri Lanka Gamini Lakshman Peiris di New York, AS. Dok Kemlu

ASIATODAY.ID, NEW YORK – Pemerintah Indonesia melalui Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi mendesak Pemerintah Sri Lanka untuk meninjau kembali kebijakan larangan impor sawit.

Hal itu diungkapkan Menlu Retno kepada Menlu Sri Lanka Gamini Lakshman Peiris di sela-sela Sidang ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Amerika Serikat (AS).

“Saya meminta atau mengharapkan agar Pemerintah Sri Lanka meninjau kembali atau menghapus kebijakan yang menghambat ekspor sawit Indonesia ke Sri Lanka,” kata Menlu Retno melalui keterangan virtual, Sabtu (25/9/2021).

RelatedPosts

Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026

Indonesian Cooperatives Minister Backs Cooperative-Led Sugarcane Downstreaming

Indonesia Moves to Control Global Nickel Pricing With New National Minerals Exchange

“Menlu Sri Lanka dan saya sepakat untuk mengintensifkan komunikasi dalam menyelesaikan isu sawit ini,” imbuhnya.

Sebagai referensi, Sri Lanka telah melarang impor kelapa sawit dari Indonesia dan Malaysia sejak April lalu. Tidak hanya itu, Pemerintah Sri Lanka juga melarang perluasan area kelapa sawit di negaranya.

Selama ini ekspor sawit Indonesia memang menghadapi beragam hambatan, terutama di pasar Eropa. Juni lalu, Menlu Retno sekali lagi telah meminta Uni Eropa (UE) untuk berlaku adil terhadap produk sawit Indonesia.

Selain soal sawit, Menlu Retno juga mendorong penyelesaian perjanjian perdagangan seperti Preferential Trade Agreement (PTA). Hal ini disampaikan Menlu Retno kepada Pakistan, Sri Lanka, Iran, dan Mozambik.

Di sela pembicaraan ini, Mauritania mendekati Indonesia dan mengungkapkan keinginan mereka untuk menjalin kemitraan di bidang ekonomi.

“Mauritania mengharapkan kedatangan delegasi bisnis Indonesia,” kata Menlu Retno. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia - Sri LankaSawit AsiaSawit Indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Bank Jakarta and Blibli Launch Engagement Store at Jakarta Fair 2026
  • Mass Student Protest Erupts in Indonesia Over Cost-of-Living Crisis
  • Indonesian Navy Intercepts Billion-Dollar Rare Earth Shipment With Radioactive Content
  • Indonesian Students Revive Reform-Era Protests, Mounting Pressure on Prabowo Government
  • Ceria Corp, Indonesia’s Green Nickel Pioneer, Restores 200 Hectares of Former Mine Land Through ESG Initiatives
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.