• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Dirugikan Penyelundupan Mineral Berkedok Ekspor Nikel

by Redaksi Asiatoday
June 20, 2023
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Transaksi dan Verifikasi Kualitas Bijih Nikel di Indonesia Harus Sesuai Standar Internasional

Produk Nikel. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Ekspor nikel pig iron (NPI) dari Indonesia kini jadi sorotan.

Pasalnya, Indonesia sangat dirugikan dengan ekspor mineral ini.

Karena itu, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PKS, Mulyanto mendesak Pemerintah melakukan moratorium izin ekspor nikel pig iron (NPI).

RelatedPosts

Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements

Menurut Mulyanto, ekspor NPI yang berlangsung selama ini sangat merugikan negara.

Pasalnya kandungan nikel dalam NPI hanya 4 -8 persen dan masih banyak mineral ikutan lain yang terbawa. Dan mineral ikutan tersebut tidak dianalisis atau dikenakan royalti lagi.

Seharusnya material ikutan yang tertambang pada kegiatan operasi produksi mineral nikel terdata baik tonase, jenis, serta kadar mineral yang terkandung di dalamnya sebagai laporan konservasi mineral.

“Ekspor nikel NPI yang merupakan nikel kadar rendah seperti akal-akalan pihak tertentu untuk menyeludupkan mineral ikutan nikel. Pemerintah harus bersikap agar tidak terjadi kerugian negara yang lebih besar,” kata Mulyanto, dikutip Selasa (20/6/2023).

Mulyanto menjelaskan dalam setiap ton NPI yang diekspor setidaknya terdapat mineral ikutan laterit nikel dan logam tanah jarang (rare earth) seperti monasit, zirkon, xenotim. Bahkan berdasarkan hasil penelitian bijih nikel dari Sulawesi juga ditemukan Sc (Scandium), salah satu logam rare earth yang sangat mahal.

“Jadi dalam sudut pandang tertentu wajar kalau ekspor NPI menjadi semacam legalisasi penyeludupan mineral ikutan nikel. Karenanya memang sepantasnya kita stop ekspor NPI. Kita tutup smelter kelas dua yang menghasilkan NPI ekspor ini. Nikel ini harus dihilirisasi penuh di dalam negeri dengan nilai tambah tinggi. Bukan hilirisasi setengah hati, yang produknya barang setengah jadi,” kata Mulyanto.

“Pemerintah harus segera menetapkan nikel sebagai mineral kritis yakni mineral yang sulit untuk ditemukan, sulit diekstraksi dalam jumlah ekonomis dan sulit disubstitusi logam atau material lain, sehingga cadangan yang ada harus dieman-eman,” tegasnya. (ATN)

Simak Berita dan Artikel yang lain di Google News

Tags: Ekspor NikelHilirisasi Nikel
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Targets Eastern Europe Through Bulgaria
  • Indo-Pacific Seen as Stability Buffer as Global Geopolitical Risks Rise, Indonesia Says
  • UNDP Hails Indonesia as Regional Model for Green Growth After High-Level Visit
  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.