• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia-Korea Selatan Percepat Penyelesaian Perundingan CEPA

by Redaksi Asiatoday
June 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia-Korea Selatan Percepat Penyelesaian Perundingan CEPA

Pertemuan Presiden Joko Widodo dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in di sela KTT G20 di Osaka, Jepang dalam rangka membahas IK-CEPA dan Outlook ASEAN mengenai Indo-Pasifik. Ist

ASIATODAY.ID, JEJU – Delegasi Indonesia dan Korea Selatan kembali bertemu dalam putaran ke-9 Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) yang dilaksanakan di Jeju, Korea Selatan pada 27-30 Agustus 2019. Pertemuan ini untuk mempercepat penyelesaian substansi perundingan IK-CEPA yang ditargetkan selesai pada Oktober 2019.

Pada perundingan putaran ini, delegasi Indonesia dipimpin Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Iman Pambagyo. Sementara Delegasi Korea Selatan dipimpin Deputi Menteri untuk Negoisasi Perdagangan Yeo Han Koo. Kedua delegasi berupaya keras untuk menyelesaikan berbagai isu runding terutama terkait teks draf, supaya pada putaran berikutnya hanya menyisakan pembahasan akses pasar dan penajaman program kerja sama.

“Fleksibilitas kedua pihak diharapkan dapat melapangkan jalan bagi penyelesaian perundingan yang ditargetkan selesai tahun ini dengan tetap memperhatikan kepentingan nasional agar perjanjian ini dapat memberi manfaat dan dampak positif bagi masyarakat Indonesia,” ujar Iman melalui keterangan resmi, Kamis (29/8/2019).

RelatedPosts

Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus

Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam

Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries

Rangkaian putaran dilaksanakan bersamaan dengan enam pertemuan kelompok kerja dan dua sub kelompok kerja. Kelompok kerja terdiri dari perdagangan barang termasuk sub kelompok kerja solusi perdagangan dan teks perdagangan barang, perdagangan jasa, investasi, ketentuan asal barang, prosedur bea cukai dan fasilitasi perdagangan (ROOCPTF), kerja sama dan pengembangan kapasitas, serta isu hukum dan kelembagaan.

Perundingan IK-CEPA sendiri dimulai dengan dibentuknya kelompok studi gabungan (JSG/joint study group) yang menghasilkan laporan JSG pada Oktober 2011. Pada periode 2012-2014, perundingan berlangsung hingga putaran ke-7 kemudian terhenti selama lima tahun.

Pada 19 Februari 2019, kedua negara sepakat untuk mengaktivasi kembali perundingan IK-CEPA melalui penandatanganan pernyataan bersama Menteri Perdagangan kedua negara. Selanjutnya, penandatanganan IK-CEPA ditargetkan dilakukan pada November 2019 di sela ASEAN-Korea Commemorative Summit di Busan, Korea Selatan.

Korea Selatan merupakan negara tujuan ekspor dan asal impor ke-7 bagi Indonesia. Pada 2018 perdagangan kedua negara tercatat sebesar USD18,6 miliar. Ekspor Indonesia ke Korea Selatan tercatat sebesar USD9,53 miliar. Sementara impor Indonesia dari Korea Selatan tercatat sebesar USD9,08 miliar. Dengan nilai tersebut Indonesia tercatat surplus sebesar USD443,6 juta.

Adapun selama tiga tahun terakhir, Indonesia telah menyepakati dan menandatangani tujuh perjanjian bilateral. Perjanjian tersebut yaitu Indonesia-Chile CEPA, Indonesia-EFTA CEPA, Indonesia-Australia CEPA, Indonesia-Mozambik Preferential Trade Agreement (PTA), Indonesia-Pakistan PTA Review, Indonesia-Japan Economic Partnership Agreement (IJEPA) Review, dan nota kesepahaman fasilitasi perdagangan untuk produk-produk tertentu Indonesia-Palestina.

Sementara itu, Indonesia juga masih melakukan perundingan bilateral dengan sembilan mitra dagang. Perundingan tersebut yaitu Indonesia-EU CEPA, Indonesia-Turkey CEPA, Indonesia-Korea CEPA, Indonesia-Pakistan Trade in Goods Agreement (TIGA), Indonesia-Iran PTA, Indonesia-Tunisia PTA, Indonesia-Maroko PTA, Indonesia-Bangladesh PTA, dan Indonesia-Taiwan Economic Cooperation Agreement (ECA).

“Semua perjanjian ini merupakan upaya dalam membuka akses pasar ke negara mitra dagang tersebut. Selain itu, Perundingan IK-CEPA diharapkan menjadi salah satu tambahan capaian Pemerintah RI di tahun 2019,” jelas Iman. (AT Network)

Tags: AseanIK-CEPAindonesia-Korea SelatanInvestasi Korea SelatanKerjasama Indonesia-Korea Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia: UN Experts Condemn Military Trial in Acid Attack Case Targeting Human Rights Defender Andrie Yunus
  • Indonesia’s Rupiah Hits Record Low as OECD Warns Economy Is Falling Behind Vietnam
  • Indonesia’s Massive Free Meals Program Set to Reach 85 Million Beneficiaries
  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.