• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Mulai Rumuskan Road Map Hilirisasi Rare Earth

by Redaksi Asiatoday
April 11, 2022
in Business
Reading Time: 1 min read
A A
0
Rare Earth Strategis untuk Industri Komputer, Otomotif, Nuklir dan Ruang Angkasa

Mineral Logam Tanah Jarang (Rare Earth) mengendap di Lumpur Lapindo, Sidoarjo, Jawa Timur. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian mulai menyusun peta jalan (road map) hilirisasi logam tanah jarang (Rare Earth).

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Taufiek Bawazier mengatakan, Indonesia memiliki potensi logam tanah jarang yang tinggi tetapi ekstraksinya membutuhkan pengembangan teknologi tinggi.

Sehingga langkah awal yang harus dilakukan dimulai dari identifikasi potensi cadangan logam tanah jarang yang dapat dimanfaatkan. Hal itu sebagaimana telah dilakukan sejumlah negara yang sudah lebih dulu melakukan hilirisasi logam tanah jarang seperti China, Vietnam, Brasil, India, dan Amerika Serikat.

RelatedPosts

Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era

ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance

Global Investors Eye Central Java as Asia’s New Industrial Frontier

“Ada cadangan yang mungkin bisa dikuantifiasikan, di China 44 juta ton, Vietnam 22 juta ton, Brasil 21 juta ton, India 6,9 juta ton, dan Amerika 1,5 juta ton. Mereka sudah tahu estimasi yang masuk ekstraksi,” jelas Taufiek di forum Rapat Dengar Pendapat di Komisi VII DPR, Senin (11/4/2022).

Taufiek menjelaskan, dari sisi penghiliran industri, logam tanah jarang dapat dimanfaatkan di sektor pertahanan dan energi hijau.

Karena itu, ke depan regulasi penghilirannya akan diatur dalam Instruksi Presiden (Inpres). Selain itu, penggunaan logam tanah jarang juga dapat menjadi katalis pengembangan peralatan medis berteknologi tinggi seperti Magnetic Resonance Imaging (MRI).

“Dalam Roadmap yang sedang disusun, kami sudah memasukkan industri-industri terkait dengan baterai dan green technology. Namun hal ini tidak akan bekerja jika tidak ada kekuatan di cadangan dan industri yang fokus,” tandasnya. (ATN)

Tags: Logam Tanah JarangRare Earth Element
No Result
View All Result

Terbaru

  • Jakarta Museums Become SDGs Learning Hubs
  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.