• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 4, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Pacu Peningkatan Ekspor IKM Gula Palma

by Redaksi Asiatoday
November 21, 2019
in Business
Reading Time: 3 mins read
A A
0
Indonesia Pacu Peningkatan Ekspor IKM Gula Palma

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong Industri Kecil Kenengah (IKM) nasional untuk melakukan terobosan agar memiliki daya saing yang tinggi baik di pasar dalam maupun luar negeri.

Salah satu pengembangan yang dipacu adalah IKM gula palma, mengingat Indonesia merupakan negara pengekspor utama komoditas tersebut di dunia.

Indonesia Pacu Peningkatan Ekspor IKM Gula Palma 1
Dirjend IKM Kementerian Perindustrian, Gati Wibawaningsih. Ist

“Pengembangan yang sedang dilakukan, yaitu berbasis sistem informasi terpadu pada proses bisnis baik internal (vertical integration) maupun eksternal (horisontal integration) pada pelaku IKM atau koperasi gula palma untuk dapat meningkatkan efisiensi dan kemudahan telusur,” terang Direktur Jenderal Industri Kecil Menengah dan Aneka (IKMA) Kemenperin, Gati Wibawaningsih di Jakarta, dikutip melalui keterangan tertulisnya, Kamis (21/11/2019).

RelatedPosts

Indonesia–France Business Council Launched to Drive US$3.5 Billion in New Investments

HIPMI Jaya Holds 2026 Regional Leadership Training

Kana Cooperative Opens New PIK2 Branch to Strengthen Business Ecosystem

Dirjen IKMA menyampaikan, rantai pasok gula palma mulai dari perajin sampai eksportir cukup panjang, sehingga mampu menyerap banyak tenaga kerja dan bisa mengurangi penganguran. Dengan demikian, diharapkan pula berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menggerakkan roda perekonomian di daerah.

Adapun sentra gula palma terbesar di Tanah Air berada di lima kabupaten, meliputi Banjarnegara, Purbalingga, Banyumas, Cilacap dan Kebumen (Barlingmascakeb). “Jumlah pengrajin gula terbesar di wilayah Barlingmascakeb mencapai 86.881 orang, di mana Kabupaten Banyumas menjadi kabupaten dengan jumlah pengrajin gula palma terbesar. Rata-rata perajin itu dapat memproduksi gula palma sebanyak 4,7 kilogram per hari yang berasal dari 16 pohon kelapa,” papar Gati.

Gati pun mengungkapkan, gula palma yang berbahan dasar gula kelapa merupakan komoditas yang mempunyai nilai ekspor tinggi dan terus meningkat. Pada tahun 2017, ekspor gula palma mencapai 25 ribu ton dengan nilai USD42,6 juta, dan pada 2018 ekspor gula palma meningkat menjadi 35 ribu ton dengan nilai USD52,5 juta.

“Karena itu, untuk menjaga pasar utama dari negara pesaing yang sama-sama mengekspor komoditas tersebut, seperti Filipina dan Kamboja, Kemenperin terus mendorong para IKM ini agar memperhatikan kualitas gula palma dengan baik, sehingga tetap terjamin kualitasnya,” tegasnya.

Gati menuturkan, salah satu langkah strategis yang dilakukan oleh Ditjen IKMA Kemenperin untuk mendorong peningkatan kualitas gula palma di Tanah Air, yakni dengan menggelar kegiatan bertajuk ‘Workshop Pengembangan IKM Gula Palma Berbasis Sistem Informasi Terpadu di Purwokerto’.

Tujuan digelarnya kegiatan tersebut, untuk mengenalkan transformasi industri 4.0 kepada IKM gula palma dalam rangka meningkatkan daya saing gula palma Indonesia di pasar global utamanya dalam efisiensi dan traceability.

“Kami mengharapkan kegiatan ini dapat memberikan gambaran tentang transformasi industri 4.0 dan IKM gula palma memperoleh informasi yang diperlukan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang pada era Revolusi Industri 4.0 dan serta bagaimana tren pasar produk pangan di pasar regional dan global,” ujar Gati.

Pada acara workshop tersebut terdapat penyampaian tentang pembahasan proses bisnis dan sistem informasi di IKM gula palmayang dilakukan Koperasi Serba Usaha (KSU) Nira Satria, sebagai salah satu pelaku dalam industri tersebut. Penyampaian materi dilakukandengan melibatkan para akademisi, salah satunya oleh tenaga ahli dari AMIKOM Purwokerto.

Pada rangkaian kegiatan itu juga, sekaligus ada pembahasan dan masukan dari Tenaga Ahli Industri 4.0 agar ada gambaran yang diperoleh untuk menciptakan solusi sistem dan teknologi informasi yang dapat diimplementasikan di IKM gula palma baik pada rantai suplai maupun unit usaha IKM atau koperasi. (AT Network).

,’;\;\’\’
Tags: Ekspor IndonesiaIKM IndonesiaIndustri UMKMKemenperinUMKM indonesia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Corruption Scandal Hits Indonesia’s Free Meals Program as Former Nutrition Chiefs Are Jailed
  • Indonesian Nickel Downstreaming: IPIP Pomalaa Urged to Avoid IMIP and IWIP Pitfalls
  • Securing Carbon Credits for Smallholder Farmers
  • Indonesia Accelerates OECD Membership Bid and Ratification of I-EU CEPA
  • Indonesia Deepens Mineral Cooperation with China Amid Global Race for Critical Resources
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.