• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 26, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Pimpin Pertemuan DK PBB, Bahas Stabilisasi Guinea-Bissau

by Redaksi Asiatoday
August 13, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Sambut Baik Adopsi Resolusi UNDOF Secara Konsensus

Duta Besar Dian Triansyah Djani. ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia memimpin pertemuan Dewan Keamanan (DK) PBB yang membahas berbagai tantangan yang dihadapi Guinea-Bissau.

Dalam pertemuan yang diselenggarakan di Markas Besar PBB, Senin (10/8/2020)itu, Indonesia mendorong stabilisasi Guinea-Bissau.

“Semua pihak di Guinea-Bissau perlu terus bekerjasama melanjutkan berbagai upaya reformasi dan mengatasi tantangan keamanan, guna mewujudkan stabilitas dan pembangunan bagi seluruh rakyat,” kata Wakil Tetap RI di New York Dian Triansyah Djani sebagaimana keterangan tertulis yang diterima Kamis (13/8/2020)

RelatedPosts

New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Guinea-Bissau masih dalam proses transisi politik setelah pemilihan presiden pada Desember 2019.

Situasi politik dan ekonomi yang masih rentan, serta dampak Covid-19 menjadi tantangan yang harus dihadapi pemerintahan baru di bawah Perdana Menteri Nuno Nabiam. 

Selain itu, negara di Afrika Barat ini dihadapkan masalah perdagangan narkotika ilegal, di mana Guinea-Bissau menjadi salah satu tempat transit narkotika dari Amerika Selatan menuju Eropa. 

Negara-negara anggota DK PBB menekankan pentingnya melanjutkan agenda reformasi, termasuk reformasi konstitusi, UU Pemilu, dan UU mengenai Partai Politik. 

Pembentukan pemerintahan baru dan pengesahan program kerja di bawah Perdana Menteri Nabiam menjadi momentum kemajuan yang perlu dijaga. 

Pertemuan DK PBB mengenai Guinea-Bissau menjadi salah satu pertemuan di bawah Presidensi Indonesia pada bulan Agustus mengenai isu Afrika. 

Sebagaimana rekam jejak Indonesia selama menjadi anggota tidak tetap DK PBB sejak 2019, Indonesia selalu konsisten menunjukkan keberpihakan terhadap negara-negara Afrika, sejalan dengan semangat Konferensi Asia Afrika. 

Pertemuan tersebut dipimpin Wakil Tetap RI di New York, Dubes Dian Triansyah Djani dengan menghadirkan pembicara Kepala Misi PBB di Guinea-Bissau (UNIOGBIS) Rosine Sori-Coulibaly, Direktur UN Office for Drugs and Crime (UNODC) Ghada Fathi Waly, dan Ketua Peacebuilding Commission/Deputi Wakil Tetap Brazil, Joao Genesio de Almeida Filho. (AT Network)

Tags: Dewan Keamanan PBBUnited Nations
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $100 Billion Nickel Bet Faces a New Threat as Global EV Battery Technology Shifts
  • U.S. Pushes Indonesia’s Nuclear Ambitions
  • New War on Corruption: Philippines Overhauls Public Finance System
  • Now for Climate: Young Indonesians Take Action for the Planet
  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.