• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, June 25, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Pimpin Sidang Internasional Kekayaan Intelektual di Jenewa

by Redaksi Asiatoday
November 24, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Pimpin Sidang Internasional Kekayaan Intelektual di Jenewa

ASIATODAY.ID, JENEWA – Wakil Tetap Republik Indonesia untuk PBB, WTO, dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, Duta Besar Hasan Kleib, kembali memimpin pertemuan Komite Pembangunan dan Kekayaan Intelektual (Committee on Development and Intellectual Property – CDIP).

Pertemuan Sesi ke-24 CDIP berlangsung di Markas Besar Organisasi Kekayaan Intelektual Dunia (World Intellectual Property Organization – WIPO) di Jenewa, Swiss, 18-22 November 2019, dan dihadiri oleh delegasi dari 192 negara anggota WIPO dan Dirjen WIPO.

“Kekayaan intelektual merupakan salah satu kunci utama keberhasilan pembangunan sosial, ekonomi, dan budaya. Dalam hal ini, melalui CDIP, seluruh negara anggota WIPO dan para pemangku kepentingan diharapkan dapat terus memberikan masukan dan mencari solusi terhadap berbagai tantangan terkait kekayaan intelektual dan pembangunan,” ujar Duta Besar Hasan Kleib, dalam keterangan tertulis yang diterima asiatoday.id, Minggu (24/11/2019).

RelatedPosts

Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals

Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen

Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package

Di bawah kepemimpinan Indonesia kali ini, CDIP berhasil memutuskan berbagai agenda yang sempat lama terhambat, termasuk menyepakati penyelenggaraan Konferensi Internasional terkait Kekayaan Intelektual (KI) dan Pembangunan pada 2021 dengan tema “Innovation in Green Technologies for Sustainable Development.”

Dikatakan, Indonesia juga berhasil menggalang dukungan seluruh negara anggota CDIP untuk menyepakati tiga topik agenda bagi pembahasan “IP and Development” pada tahun 2020-2021 terkait IP and Technology Support Centers, IP and Innovation for Entrepreneurs, dan IP Commercialization and Technology Transfer.

Dalam sesi ini, CDIP secara aklamasi juga menerima proposal bersama Indonesia, Brasil, Inggris, Kanada, dan Polandia untuk menyusun buku panduan penyusunan proposal program di WIPO. Buku panduan tersebut ditujukan untuk memudahkan para anggota, khususnya negara berkembang, menyusun proposal proyek baru hingga tahap implementasinya.

Buku panduan akan melengkapi bantuan teknis yang diberikan oleh WIPO kepada negara berkembang untuk mengambil manfaat dari rezim KI internasional.

Pada Sesi CDIP kali ini, Indonesia bersama Meksiko, Korea Selatan, Turki dan Australia yang tergabung dalam MIKTA, juga melaksanakan Seminar dengan tema “Kekayaan Intelektual dan Inovasi untuk UMKM” sesuai dengan tema Sesi ke-24 CDIP.

Pada kesempatan tersebut, Indonesia menyampaikan berbagai program Pemerintah RI dan inisiatif dari pihak swasta dan akademisi dalam mendukung pengembangan UMKM di Indonesia menuju sektor formal, utamanya terkait integrasi UMKM dalam sistem KI.

CDIP merupakan satu-satunya forum internasional yang secara khusus membahas keterkaitan isu KI dan pembangunan. Implementasi agenda pembangunan melalui KI ditujukan untuk menciptakan rezim KI internasional yang seimbang dalam mendorong inovasi dan kreativitas, baik untuk negara maju maupun negara berkembang.

Suksesnya kepemimpinan Indonesia di CDIP diakui langsung oleh Direktur Jenderal WIPO, Francis Gurry, serta seluruh negara anggota, baik dari negara berkembang maupun negara maju. Hal ini tentunya semakin mengukuhkan citra Indonesia sebagai negara yang dapat menjembatani kepentingan negara berkembang dan negara maju di forum internasional.

Selain memegang peran sebagai Ketua CDIP, saat ini Indonesia juga dipercaya sebagai Wakil Ketua perundingan teks perlindungan Sumber Daya Genetik, Pengetahuan Tradisional, dan Ekspresi Budaya Tradisional di Komite IGC-GRTKF WIPO dan koordinator Like Minded Group of Countries (LMCs) di komite tersebut. (ATN)

,’;\;\’\’
Tags: Kemenlu RISidang InternasionalSidang Umum PBB
No Result
View All Result

Terbaru

  • Australia Triples LPG Exports to Indonesia as Hormuz Disruption Reshapes Energy Flows
  • Indonesia Seeks Bigger Eurasian Role After Securing Top Partner Status at Russia’s INNOPROM 2026
  • Indonesia Expands De-Dollarization Drive, Targets India and South Korea for Local Currency Trade Deals
  • Indonesia Deepens Legal Alliance With Russia, Approves Extradition of Russian Citizen
  • Bangladesh’s Banking Crisis Deepens as World Bank Unveils $450 Million Rescue Package
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.