• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Sebagai Poros Maritim Dunia Kembali Digaungkan

by Redaksi Asiatoday
September 23, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Hadapi Ancaman Global, Panglima TNI Galang Kerja Sama Militer di ASEAN

Pengamanan Maritim Indonesia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia sebagai Poros Maritim Dunia kembali digaungkan. Gagasan ini disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat berbicara pada momentum Hari Maritim Nasional 2021, Kamis (23/9/2021).

Presiden Jokowi secara meyakinkan menyatakan, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia yang memiliki 17 ribu pulau dengan garis pantai lebih dari 108 kilometer, harus menjadi poros maritim dunia.

Sebagai negara dengan kekayaan hayati laut terbesar di dunia, sudah selayaknya Indonesia memperkokoh economic growth, growth ekonomi.

RelatedPosts

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

ADB Bets on Vanuatu’s Future with $10 Million Lifeline for Economic Transformation

World Bank Warns: $54 Billion in Natural Gas Burned as Global Energy Crisis Deepens

“Identitas Indonesia sebagai bangsa maritim harus terus-menerus kita pulihkan dan kita kokohkan, bukan melalui jargon-jargon kemaritiman semata, tetapi melalui kerja nyata di berbagai bidang,” tegas Presiden Jokowi.

Menurut Jokowi, sebagai negara maritim terbesar di dunia, seluruh elemen bangsa Indonesia harus bekerja keras untuk meningkatkan konektivitas laut.

“Kita harus meningkatkan keamanan maritim untuk melindungi kepentingan rakyat dan kepentingan nasional kita. Kita harus memberdayakan potensi maritim untuk pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan untuk meningkatkan nilai tambah, serta mempersatukan negara kita Indonesia,” ujarnya.

Pemerintah secara terus-menerus bekerja untuk meningkatkan konektivitas ribuan pulau di seantero wilayah Indonesia.

“Bukan hanya melalui pembangunan pelabuhan besar dan kecil yang berada di pulau-pulau kecil dan terisolasi, tetapi juga menghubungkannya melalui program tol laut untuk mempermudah mobilitas barang dan orang antarpulau dalam rangka menjamin pelayanan masyarakat yang lebih baik dan meningkatkan nilai tambah ekonomi lokal,” ujarnya.

Meskipun lokasinya jauh dari pusat-pusat kegiatan ekonomi nasional, pulau-pulau terpencil dan masyarakat pantai memiliki/mempunyai potensi perekonomian yang tinggi.

Potensi industri pangan yang berbasis laut seperti perikanan dan hayati laut, potensi pariwisata maritim dengan memanfaatkan kekayaan dan keindahan laut, potensi industri obat dan suplemen kesehatan berbasis kekayaan hayati dan nabati laut, bisa menjadi basis pertumbuhan ekonomi Indonesia yang merata ke seluruh pelosok Nusantara.

Selain itu, dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi menempati posisi sangat strategis untuk mendukung upaya pemerintah.

“Pemanfaatan dan pengembangan iptek di dunia perkapalan dan pertumbuhan industri perkapalan dalam negeri harus terus-menerus kita upayakan, bukan hanya industri pembuatan kapal saja, tetapi juga industri jasa perhubungan dan jasa logistik berskala global harus terus kita kembangkan. Kita harus menjadi raja di laut kita,” tegas Presiden Jokowi.

Presiden Jokowi memandang, cara bangsa Indonesia melihat laut juga harus berubah.

“Laut bukanlah pemisah. Laut adalah penghubung antarpulau. Laut bukanlah belakang rumah yang kita punggungi, tetapi laut adalah halaman rumah tempat kita menghadap,” ujarnya.

Presiden Jokowi secara tegas menyatakan, laut bukanlah tempat untuk membuang yang tidak kita perlukan, tapi laut adalah tempat kita bersandar hidup. Sebab, laut adalah sumber penghidupan di mana banyak rezeki tersimpan di dalamnya.

Laut adalah anugerah Tuhan yang harus dijaga dan harus dimuliakan. Oleh karena itu, pemanfaatan kekayaan laut harus dilakukan secara bijak.

Laut harus dijaga untuk kepentingan generasi sekarang dan juga generasi yang akan datang. Pemanfaatan sumber daya maritim itu perlu, tapi harus secara arif dan bijak. Penangkapan ikan di laut itu perlu, tapi pola penangkapannya harus terukur sesuai asas keberlanjutan sumber daya laut.

“Sekali lagi, sikap arif dan bijak, pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi secara arif dan bijak akan membuat kita menjadi negara yang kuat dan makmur berbasis kekuatan kemaritiman kita. Selamat Hari Maritim Nasional. Mari kita wujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia, Indonesia yang maju dan berkeadilan,” pungkas Presiden Jokowi. (ATN)

Tags: Laut IndonesiaMaritim AsiaMaritim IndonesiaPoros Maritim
No Result
View All Result

Terbaru

  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • Indonesia Seeks Alliance of Island Nations to Push Climate Mobility Agenda Ahead of COP31
  • Indonesia Nickel Industry Hit by Sulfur Squeeze as Global Market Tightens
  • ASEAN, Russia Agree to Deepen Economic Cooperation Amid Global Uncertainty
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.