• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Serukan Rivalitas Rusia dan Ukraina Segera Diakhiri

by Redaksi Asiatoday
February 21, 2022
in News
Reading Time: 1 min read
A A
0
Presidensi G20: Indonesia Siap Pelopori Tata Kelola Dunia Baru

Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dok BPMI

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) menyerukan agar ketegangan yang terjadi antara Rusia dan Ukraina harus segera dihentikan dan perang tidak boleh terjadi.

“Rivalitas dan ketegangan di Ukraina harus dihentikan sesegera mungkin. Semua pihak yang terlibat harus menahan diri dan kita semua harus berkontribusi pada perdamaian. Perang tidak boleh terjadi,” kata Jokowi, Senin (21/2/2022).

Menurutnya, kondisi pandemi Covid-19 yang melanda dunia harus dihadapi dengan sinergitas dan kolaborasi seluruh negara.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Seluruh dunia, kata Jokowi, saat ini sebaiknya fokus pada upaya pemulihan ekonomi.

“Saatnya dunia bersinergi dan berkolaborasi menghadapi pandemi. Saatnya kita memulihkan ekonomi dunia, mengantisipasi kelangkaan pangan, dan mencegah kelaparan,” ujarnya.

Saat ini, upaya penyelesaian konflik di Ukraina kini tengah diupayakan pemimpin-pemimpin dunia.

Terkini, Presiden Amerika Serikat Joe Biden dan Presiden Rusia Vladimir Putin menyetujui proposal dari Prancis Emanuel Macron untuk mengadakan KTT AS-Rusia di Ukraina.

Menurut pernyataan dari Istana Elysee Prancis, baik Biden maupun Putin, yang berbicara dengan Macron dalam panggilan telepon terpisah pada hari Minggu, masing-masing telah menerima prinsip pertemuan puncak semacam itu.

“KTT hanya dapat diadakan jika Rusia tidak menginvasi Ukraina,” tambah pernyataan itu, dikutip dari DW.

Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov juga dijadwalkan bertemu pada Kamis ini (24/2/2022).

Elysee mengatakan isi dari KTT AS-Rusia yang diusulkan akan direncanakan oleh Blinken dan Lavrov.

Sebelumnya pada Minggu (20/2/2022), Macron dan Putin sepakat untuk mengintensifkan pencarian solusi untuk kebuntuan Ukraina selama panggilan telepon hampir 2 jam. (ATN)

Tags: Presiden JokowiRusiaUkraina
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.