• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, June 24, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Siagakan Pasukan Speedboat Pemburu Kapal Asing Pencuri Ikan di Perbatasan

by Redaksi Asiatoday
April 25, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Bea Cukai RI Gagalkan Penyelundupan 18,7 Kg Narkotika Asal Malaysia

Petugas Bea Cukai Republik Indonesia siap mengamankan wilayah Indonesia dari berbagai tindakan kejahatan termasuk penyelundupan narkoba di perbatasan. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Perang terhadap pencurian ikan (ilegal fishing) terus didengungkan oleh Pemerintah Indonesia.

Tak ingin terus menerus kecolongan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pun telah menyiapkan pasukan speedboat di perbatasan yang akan bertugas mengamankan, menjaga dan memburu para pelaku pencurian ikan di perairan Indonesia.

Menurut Direktur Pengawasan Pengelolaan Sumber Daya Perikanan KKP, Drama Panca Putra, langkah ini dilakukan sebab sepanjang tahun lalu tindak pencurian ikan di perairan Indonesia sempat meningkat.

RelatedPosts

BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination

IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements

Indonesia’s Film Industry Trapped as a Foreign Content Market Amid Korean and Chinese Drama Surge

“Di awal pandemi Covid-19, pencurian ikan oleh kapal ikan asing sempat meningkat di perairan Indonesia. Hal itu termonitor melalui radar kita. Sehingga hasil tangkapan KKP, Maret sampai Juni 2020 banyak sekali, terutama di wilayah 711 atau laut Natuna utara,” jelas Drama dalam diskusi virtual bertajuk Potensi dan Ancaman Sektor Perikanan di Indonesia, Jumat (23/4/2021).

Dengan masifnnya penindakan kata Drama, saat ini angka pencurian ikan mulai menurun, berkat kerja sama pengawasan multi instansi.

“Alhamdulilah mulai berkurang karena kerja sama KKP, dengan Bea Cukai, Polair, Bakamla dan TNI Angkatan Laut, kita kompak. Ada juga pencurian yang kita gagalkan atas laporan masyarakat,” ujar Drama.

Selain pencurian, aksi penyelundupan juga jadi pekerjaan rumah bagi KKP.

“Paling banyak (penyelundupan) kita temukan melalui perbatasan RI-Singapura. Jambi, Batam dan sekitarnya itu jadi daerah operasional mereka. Yang diselundupkan kebanyakan ikan Dori dan benih Lobster. Dilihat dari jenis komoditasnya, kita duga penyelundupan berasal dari Singapura dan Vietnam,” jelas Drama.

Penangkapan berawal saat KRI Kerambit-627 di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Koarmada I melaksanakan patroli di wilayah Perairan ZEE Indonesia

KKP mengakui, penyelundupan masih terjadi karena ada permintaan, terutama dari industri yang membutuhkan bahan baku dengan modal rendah. Tapi masalahnya, banyak ikan selundupan yang dijual untuk industri, akhirnya bocor ke pasar tradisional.

“Dampaknya menjadi tidak fair terhadap pelaku perikanan dalam negeri. Karena harga bahan selundupan yang masuk lebih murah, akhirnya pelaku usaha yang tertib jadi dirugikan. Iklim ini yang harus benar-benar kita jaga,” tegasnya.

Drama memastikan, KKP berkomitmen untuk terus melawan aksi pencurian dan penyelundupan ini dengan berbagai pendekatan.

“Pertama secara preemptiv kita beri edukasi. Karena suka atau tidak suka selalu ada keterlibatan orang Indonesia di dalam penyelundupan ini. Mereka itu juga nelayan kita, saudara-saudara kita,” ujarnya.

Langkah kedua dengan meningkatkan patroli sebagai bentuk pencegahan. Di wilayah perbatasan, KKP sudah menyiapkan speedboat dengan kecepatan tinggi, untuk mengimbangi kapal pelaku penyelundupan yang bisa dipacu hingga 50 knot per jam.

“Dan terakhir ya tindakan represif untuk membuat efek jera, kalau perlu kita gunakan pasal berlapis. Banyak yang sudah dipenjarakan. Semua kita tuntaskan sampai titik darah penghabisan,” tandasnya. (ATN)

Tags: Ilegal FishingMaritim IndonesiaZEE Natuna Utara
No Result
View All Result

Terbaru

  • BRICS Pushes for New Global Order: India, Russia and China Deepen Strategic Coordination
  • IsDB Unites 78 Nations Through $6 Billion in Agreements
  • Cambodia Secures $63 Million ADB-Backed Battery Project to Accelerate Clean Energy Transition
  • UN Chief Warns of “Twin Crises” as Climate and Energy Shocks Converge
  • Firmed Solar Undercuts Most of Asia’s Planned Gas, and EVs Can Save Over $300 Billion a Year in Oil Imports
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.