• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Thursday, July 16, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Siap Menjadi Negara Digital Tahun 2035

by Redaksi Asiatoday
November 26, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Siap Menjadi Negara Digital Tahun 2035

ASIATODAY.ID, BERLIN – Berkat pembangunan infrastruktur telekomunikasi besar-besaran yang telah dilakukan, Indonesia siap menjadi negara digital pada tahun 2035. Banyak provinsi, kabupaten, dan kota yang sebelumnya terbelakang kini telah mendapat manfaat dari berfungsinya ponsel dan akses pitalebar.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G. Plate memaparkan hal itu dalam forum Digital Ministers Meeting pada Internet Governance Forum 2019 di Berlin, Jerman, Senin (25/11/2019).

“Pada 2024 nanti, daerah-daerah terpencil di seluruh jajaran kepulauan ini akan mendapat manfaat dari internet kecepatan tinggi 10 megabit per detik. Pembangunan infrastruktur komunikasi dan informasi besar-besaran inilah yang akan menjadikan negara kami siap menjadi negara digital pada tahun 2035,” kata Johny G. Plate melalui keterangan tertulisnya, Selasa (26/11/2019).

RelatedPosts

Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order

Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Menteri Johnny menjelaskan, pengalaman Indonesia menggelar transformasi digital relatif lebih menantang dibanding negara lain, di tengah tantangan berat alam kepulauan dan kependudukan Indonesia.

“Dalam konteks geografis yang menantang itu, Presiden Joko Widodo menegaskan untuk membangun dengan cara Indonesia-sentris, artinya tidak ada lagi daerah atau pelosok yang dianaktirikan. Presiden kami telah menjadikan pembangunan infrastruktur sebagai pusat dari agendanya. Tidak hanya membangun pelabuhan, jalan tol, atau bandara baru, kami juga membangun jaringan serat optik, satelit multifungsi, dan base transceiver station (BTS) di seantero wilayah negeri,” papar Menkominfo.

Proyeksi menjadi negara digital ini, lanjut Menkominfo, juga atas pertimbangan bahwa selama ini Indonesia telah menjadi salah satu negara besar dalam hal internet, terutama partisipasi di media sosial. Dengan basis pengguna internet sebanyak 150 juta orang.

Paling Aktif di Dunia Medsos

Menurut Menkominfo, Indonesia telah menjadi mesin digital Asia Tenggara. “Dalam ranah media sosial, Indonesia merupakan negara kelima yang paling aktif secara digital di dunia. Indonesia menjadi pasar terbesar ke-4 untuk Facebook dan Instagram. Sekitar 40% dari penduduk Indonesia tercatat aktif sebagai pengguna Whatsapp,” papar Menteri Johnny.

Untuk mendukung misi menjadi negara digital tersebut, Johny G. Plate menjelaskan, Kementerian Kominfo telah dan akan menyelenggarakan program-program keterampilan dan literasi digital demi memastikan penciptaan ekosistem ekonomi digital yang kompetitif dalam skala nasional dan global.

Program-program tersebut antara lain adalah program Keterampilan Digital Dasar melalui Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, dilanjutkan dengan program Keterampilan Digital Menengah melalui Digital Talent Scholarship, dan program Keterampilan Digital Lanjutan melalui Digital Leadership Academy.

“Semua program tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan dan ekosistem, yaitu perusahaan teknologi dan telekomunikasi, sekolah, lembaga pemerintah, hingga komunitas lokal,” jelas Menkominfo.

Forum high level breakfast meeting tersebut turut dihadiri oleh para pejabat pemerintah dan lembaga dari Australia, Bangladesh, Chad, Costa Rica, Mesir, Prancis, Gambia, Iran, Jepang, Norwegia, Pakistan, Polandia, Lithuania, Russia, Saudi Arabia, Spanyol, Inggris, European Commission, OECD, ITU, UNCTAD, dan UNESCO. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: Industri DigitalKemenkominfo
No Result
View All Result

Terbaru

  • AMMAN Targets 16 Tons of Gold Output in 2026
  • Saudi Arabia’s New Tariffs Create Fresh Opportunities for Indonesia’s Export Growth
  • Gold’s Safe-Haven Era Faces a New Test
  • Asia at a Turning Point: IMF Urges the Region to Prepare for a New Economic Order
  • Indonesia Expands Defense Partnerships with South Korea and Finland
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.