• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Saturday, June 6, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home Business

Indonesia Tertinggal di ASEAN dalam Kemudahan Berusaha 

Pertumbuhan Investasi tidak Linear dengan Pertumbuhan Ekonomi

by Redaksi Asiatoday
December 23, 2020
in Business
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Investasi di Indonesia Pada Kuartal I/2020 Capai Rp210,07 Triliun

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan bahwa tingkat kemudahan berusaha di Indonesia masih jauh dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara (ASEAN).

Pasalnya, saat ini tingkat kemudahan berusaha di Indonesia berada di level 73, di bawah negara-negara seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand.

“Tingkat kemudahan berusaha di Indonesia ini masih jauh dibandingkan negara-negara tetangga. Ini yang harus kita bereskan, apa masalahnya sehingga Indonesia sampai berada di level 73,” kata Bahlil di forum Seminar Evaluasi dan Proyeksi Ekonomi 2020, secara virtual, Rabu (23/12/2020).

RelatedPosts

Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway

Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk

China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk

Padahal kata Bahlil, Presiden Joko Widodo sendiri menargetkan agar kemudahan berusaha di Indonesia bisa ditekan berada di level 50-40. Namun sejak 2018 sampai dengan 2020 tingkat kemudahan berusaha masih berada di level 72-73.

Menurut Bahlil, ada beberapa sektor yang memang masih lemah, utamanya perizinan untuk mendirikan bangunan, perdagangan lintas negara, memulai usaha, pendaftaran properti, dan penyelesaian sengketa perdata melalui pengadilan.

“Ini yang merah-merah ini yang membuat kita lambat, makanya undang-undang Cipta Kerja itu penting,” imbuhnya.

Bahlil memandang, kebanyakan orang malas menjadi pengusaha karena mengurus izin yang terlalu ribet. Bahkan dirinya berani menjamin tamatan mahasiswa kebanyakan lari untuk menjadi karyawan dibandingkan untuk menjadi pengusaha.

“Mengapa begitu? Karena mengurus izin saja susah, belum lagi dimintain duit segala macam kadang-kadang ijazah saja belum ambil dari kampus karena tidak punya duit sekarang mau jadi pengusaha tidak bisa,” jelasnya.

Pertumbuhan Investasi dan Ekonomi

Dilain pihak, Bahlil juga menyoroti pertumbuhan ekonomi yang tidak berkembang. Padahal berdasarkan data pertumbuhan investasi, Indonesia selalu tinggi setiap tahunnya, namun tidak diikuti dengan pertumbuhan ekonomi.

“Ini terjadi karena icor kita 6,6. Filipina lebih bagus daripada kita. Sampai kapanpun, sampai ayam tumbuh gigi pun kalau kita kejar investasi saja yang naik kalau tidak memperbaiki biaya perekonomian ini sama saja tidak bisa maju,” tuturnya.

Ke depan dibutuhkan terobosan agar kondisi ini bisa dibenahi.

“Pemerintah dan BKPM saat ini selain mengejar realisasi investasi juga berupaya menekan biaya-biaya ekonomi agar menjadi lebih tinggi,” tandasnya. (ATN)

Tags: Asia BusinessPertumbuhan Asia
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.