• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia Tetap Beli 11 Jet Tempur Sukhoi Su-35 Buatan Rusia

by Redaksi Asiatoday
July 8, 2020
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia Tetap Beli 11 Jet Tempur Sukhoi Su-35 Buatan Rusia

Jet Sukhoi Su-35 Buatan Rusia. Dok

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Kerja sama Indonesia dan Rusia di industri pertahanan dipastikan tidak mengalami hambatan apapun, termasuk soal rencana Indonesia membeli 11 Jet Tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia.

Pemerintah Rusia memastikan rencana itu akan segera di implementasikan dan tidak terpengaruh dengan tekanan dari manapun termasuk Amerika Serikat.

“Saya perlu tegaskan, rencana ini tidak dibatalkan. Sejauh ini kontrak sudah ditandatangani dan akan segera diimplementasikan,” terang Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobieva, dalam konferensi pers virtual, Rabu (8/7/2020).

RelatedPosts

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

Indonesia’s Immigration Corruption Scandal: Deputy Minister Suspended as KPK Uncovers $9 Million Extortion Scheme

Kontrak pembelian 11 pesawat tempur dari Rusia senilai hampir Rp16 triliun itu sudah ditandatangani sejak Februari 2018 lalu, dan pesawat-pesawat tersebut seharusnya sudah tiba di Indonesia pada tahun 2019 lalu.

Menurut Dubes Vorobieva, apa yang dilakukan oleh AS hanya bersifat ancaman. Sejauh ini kata dia, beberapa partner dan negara sahabat masih tetap membeli peralatan pertahanan dari Rusia karena kualitas dan harga yang sesuai.

“AS mengancam sanksi setiap negara yang ingin beli Sukhoi dan peralatan pertahanan dari Rusia, tapi ini tidak menghalangi negara-negara sahabat membeli peralatan dari Rusia yang efisien dan memiliki kualitas terbaik,” imbuhnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Oke Nurwan pada pertengahan tahun 2018 lalu mengatakan pembelian pesawat tersebut dilakukan melalui skema imbal beli senilai USD1,14 triliun dan hal itu telah disepakati oleh Rusia. 

Sebagai gantinya, Rusia diwajibkan membeli komoditas dari dalam negeri senilai 50 persen dari total pembelian senjata tersebut, atau senilai US$570 juta atau sekitar Rp7,69 triliun.

Produk-produk yang rencananya akan dibeli Rusia pada waktu itu di antaranya adalah karet, kopi, teh hingga kelapa sawit. Namun menjadi terkendala akibat adanya tekanan AS tersebut.

Pesawat tempur dengan panjang sayap 15,3 meter ini merupakan pesawat tempur multifungsi dengan kemampuan jelajah melebihi kecepatan suara atau supersonik. Jet tempur pesaing Eurofighter Typhoon itu mampu terbang dengan kecepatan maksimum hingga 2.390 km/jam.

Selain itu, Su-35 dilengkapi sistem kontrol radar baru dengan antena array bertahap (Irbis-E) yang mampu mendeteksi dan melacak hingga 30 target udara, mempertahankan kontinuitas pengamatan ruang, dan melibatkan hingga delapan sasaran.

Pesawat ini juga dilengkapi dengan berbagai jenis misil seperti R-27ER, E-27ET, R-73, Kh-29T, Kh-31P, Kh-59M, Kh-35U. Pesawat ini juga dapat mengangkut berbagai jenis bom jatuh bebas.

Sukhoi Su-35 merupakan pengembangan terbaru dari versi sebelumnya yaitu Su-27. Kecanggihannya bisa disandingkan dengan pesawat tempur generasi keempat yang di antaranya terdiri dari Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, F-15C atau F/A -18E Super Hornet. (ATN)

Tags: Kerjasama Indonesia-RusiaSukhoiSukhoi Su-35
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • China’s Nickel Giants Look to Africa as Policy Uncertainty Puts Indonesia’s Dominance at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.