• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Wednesday, July 15, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia – Vietnam Mulai Perundingan ZEE Natuna Utara

by Redaksi Asiatoday
August 23, 2019
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia – Vietnam Mulai Perundingan ZEE Natuna Utara

Indonesia - Vietnam Mulai Perundingan ZEE Natuna Utara. Ist

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Vietnam sepakat memulai menyelesaikan negosiasi mengenai klaim di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di wilayah Natuna Utara.

“Indonesia dan Vietnam sepakat memulai menyusun pengaturan sementara di klaim tumpang tindih Zona Ekonomi Eksklusif/ZEE di wilayah Natuna Utara sebagai bagian upaya menghindari insiden aparat kedua negara melalui penguatan komunikasi, tindakan menahan diri, dan pembatasan kegiatan perikanan,” kata Direktur Hukum dan Perjanjian Kewilayahan Kementerian Luar Negeri RI, Bebeb AKN Djundjunan, disitat dari situs Kemlu, Jumat (23/8/2019).

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam pertemuan technical working group di sela-sela technical meeting ke-12 perundingan ZEE antara kedua negara di Surabaya, pada 20-21 Agustus 2019.

RelatedPosts

Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism

Indonesia Enters Aircraft Carrier Era

Japan Ramps Up Ukraine’s Industrial Recovery with UNIDO Technology Partnership

Masalah klaim ini sudah dibicarakan oleh Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi dengan Menlu/Wakil Perdana Menteri Vietnam Pham Binh Minh di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri ASEAN dan Mitra Wicara di Bangkok, Thailand, Selasa 30 Juli. Saat kedua menlu bertemu, di Jakarta juga dilakukan pertemuan yang sifatnya lebih teknis, membahas mengenai upaya percepatan penyelesaian negosiasi.

Dalam pertemuan di Bangkok, kedua Menlu menyambut baik kesepakatan mengenai metodologi untuk perundingan. Kesepakatan ini diharapkan dapat mempermudah penyelesaian negosiasi.

Di samping itu, kedua Menlu juga sepakat mengenai perlunya percepatan penyelesaian penyusunan Provisional Arrangement (PA) untuk mengatur sementara wilayah tumpang tindih, guna menghindarikemungkinan munculnya insiden kapal-kapal nelayan di sana.

Selain isu batas maritim, kedua Menlu juga membahas situasi di Laut China Selatan. Secara konsisten Indonesia menyampaikan bahwa perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan perlu terus dijaga.

Indonesia menilai stabilitas di Laut China Selatan dapat terjaga jika ada rasa saling percaya antar negara pengklaim. Rasa saling percaya itu dapat tercipta jika semua pihak patuh pada hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982. (AT Network)

,’;\;\’\’
Tags: AseanZEE Natuna UtaraZEEI
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s FFW 2026 Revives the Power of Film Criticism
  • Why North Bali Is Becoming the Favorite Destination for International Travelers
  • Danantara Powers Indonesia’s New Industrial Era
  • ITB-Vietnam CT Group Forge ASEAN Tech Alliance
  • Indonesia Enters Aircraft Carrier Era
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.