• About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak
Friday, June 5, 2026
AsiaToday.id
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM
No Result
View All Result
AsiaToday.id
No Result
View All Result
Home News

Indonesia-Vietnam Perkuat Sentralitas ASEAN, Hadapi Rivalitas Geopolitik AS dan China

by Redaksi Asiatoday
August 15, 2021
in News
Reading Time: 2 mins read
A A
0
Indonesia-Vietnam Perkuat Sentralitas ASEAN, Hadapi Rivalitas Geopolitik AS dan China

Policy Planning Dialogue (PPD) antara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Kemlu Vietnam. Dok Kemlu

ASIATODAY.ID, JAKARTA – Indonesia dan Vietnam sepakat bahwa sentralitas ASEAN menjadi kunci untuk menghadapi rivalitas geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dan China.

Hal itu terungkap dalam forum tahunan Policy Planning Dialogue (PPD) yang digagas oleh Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI dan Kemlu Vietnam.

PPD RI-Vietnam ke-9 kali ini diselenggarakan secara daring mengingat kondisi pandemi Covid-19. Pada kesempatan tersebut, delegasi Indonesia dipimpin oleh Kepala BPPK, Dr.Siswo Pramono, sedangkan Vietnam oleh Direktur Jenderal Perencanaan Kebijakan, Kemenlu Vietnam, Nguyen Thanh Hai.

RelatedPosts

Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation

Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims

No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms

PPD Indonesia-Vietnam terutama mengangkat isu rivalitas AS-RRT, perkembangan ASEAN Outlook on the Indo-Pacific (AOIP), ketegangan di Laut China Selatan (LCS) dan Semenanjung Korea, penanganan pandemi COVID-19, global value chains (GVC), kondisi di Myanmar, kerjasama subregional dan perundingan delimitasi ZEE.

Dr. Siswo Pramono dalam kesempatan itu menyampaikan studi menarik berdasarkan foto satelit tentang potensi kerjasama ekonomi yang dapat digarap di tengah ketegangan daerah potensi konflik seperti Laut China Selatan.

Menurutnya, terdapat pertumbuhan Kawasan Industri (KI) di area tepian LCS yang mencerminkan relokasi perusahaan-perusahaan multinasional dari RRT ke negara-negara ASEAN.

Oleh karena itu, sentralitas ASEAN pun kembali diperlukan untuk mengkapitalisasi peluang-peluang ekonomi tersebut dan menunjukkan bahwa the rise of Asia tidak hanya menyangkut kebangkitan China tetapi juga munculnya kebangkitan kekuatan ekonomi baru seperti Indonesia atau ASEAN dan India.

Terkait penanganan pandemi, Indonesia dan Vietnam sepakat menekankan bahwa kemandirian pengembangan vaksin nasional tidak hanya dapat menghemat anggaran, tetapi juga mempercepat penanganan virus Covid-19 dan mutasinya.

Kedua negara juga menggarisbawahi pentingnya menyikapi dampak pandemi Covid-19 dengan mendorong transformasi ekonomi digital, terutama untuk sektor UMKM.

Digitalisasi ekonomi ini dianggap langkah yang tepat untuk menjadi bagian dari Global Value Chain.

Untuk itu, Indonesia juga turut mengundang Vietnam secara informal untuk hadir pada ASEAN Creative Economy Forum yang akan diselenggarakan Indonesia di Bali pada November 2021.

Menyinggung prinsip sentralitas ASEAN, Duta Besar RI untuk Vietnam, Denny Abdi menilai sentralitas ASEAN bukanlah suatu hal yang statis, namun terus berkembang mengikuti dinamika hubungan ASEAN Member States (AMS) dengan negara mitra.

Oleh karena itu, perannya perlu selalu dimajukan untuk mendorong AMS satu suara pada isu-isu strategis di Kawasan.

Sentralitas ASEAN dinilai penting untuk mencegah eskalasi brinkmanship AS-RRT menjadi proxy wars di Kawasan. Perannya juga krusial untuk menindaklanjuti AOIP dengan strategi yang lebih konkrit, utamanya untuk menyambut ketertarikan para mitra strategis terhadap kerja sama Indo-Pasifik dan memanifestasikannya ke dalam berbagai kerja sama investasi dan perdagangan.

Pada kesempatan PPD kali ini, Vietnam dan Indonesia saling mengapresiasi dukungan masing-masing ketika menjabat sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan PBB.

Disepakati bahwa Indonesia dan Vietnam akan terus bekerjasama dalam isu-isu keamanan, terutama, penanganan krisis humaniter di Myanmar dalam kerangka ASEAN. Selain itu, kedua negara juga menunjukkan komitmen terhadap pengembangan berbagai kerja sama sub-regional dan penanganan isu bilateral, termasuk finalisasi perundingan delimitasi batas ZEE kedua negara.

Hasil-hasil yang dicapai melalui diskusi pada forum tentunya menjadi masukan yang berharga untuk perumusan kebijakan luar negeri kedua negara. (ATN)

Tags: ASEAN Outlook on the Indo-PacificIndo PasifikIndonesia vs VietnamLaut China Selatan
No Result
View All Result

Terbaru

  • Indonesia’s $9 Million Immigration Scandal Tarnishes the Nation’s Global Reputation
  • Indonesia Centralizes Strategic Commodity Exports Under Single-State Gateway
  • Indonesia-Based International Love Scam Ring Busted After Stealing $2.5 Million From Victims
  • No Escape: Singapore Court Rejects Paulus Tannos’ Challenge, Extradition Looms
  • Indonesia’s Nickel Crisis Deepens: Weda Bay Mine Shutdown Puts 11,700 Jobs at Risk
  • About Us
  • Editorial Team
  • Cyber ​​Media Guidelines
  • Karir
  • Kontak

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.

Welcome Back!

OR

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • HOME
  • NEWS
  • BUSINESS
  • GREEN ENERGY
  • TRAVEL
  • EVENT
  • SCIENCE & ENVIRONMENT
  • CORPORATION
  • FORUM

© 2022 Asiatoday.id - Asiatoday Network.